Pelatih timnas Indonesia U-16 Bima Sakti, berencana membawa anak asuhnya ke luar negeri untuk melangsungkan uji coba dan latihan. Masih tinggi kasus virus corona di Tanah Air, yang jadi alasannya.
Suda sepekan timnas Indonesia U-16 menggelar pemusatan latihan (TC) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Sebanyak 30 pemain dipanggil untuk mengikuti agenda tersebut.
TC tersebut merupakan rangkaian persiapan timnas Indonesia U-16 menuju Piala Asia U-16 tahun depan. Dalam ajang tersebut pasukan Garuda Muda menempati Grup D bersama Jepang, Tiongkok, dan Arab Saudi.
"Sepekan ini kami mempertimbangkan peningkatan virus corona di Jabodetabek. Kami was-was juga kalau mau uji coba lokal, bahkan bisa jadi bumerang. Maka kami memilih ke luar negeri," kata Bima kepada awak media melalui aplikasi Zoom.
Kendati demikian, Bima enggan menyebutkan nama negara yang bakal dikunjungi timnas Indonesia U-16. Ia hanya mau membeberkan agenda tersebut bakal dilangsungkan akhir tahun ini.
"Nanti PSSI yang umumkan karena kalau saya sebut ke negara mana seperti sebelumnya, tidak jadi. Jadi tunggu rilis saja. Tapi untuk waktunya antara Oktober-November. Nanti akan dirilis kita ke mana dan lawan siapa," ucap eks pilar Persiba Balikpapan tersebut.
PSSIDi sisi lain, Bima menegaskan para pemain timnas Indonesia U-16 wajib menjaga pola makan. Bila ada yang terbukti jajan sembarangan bakal mendapat denda sebesar Rp100 ribu.
"Masalah menu makanan kami sudah buat dari awal dulu. Sejak persiapan Piala AFF, kemudian kualifikasi, dan sekarang Piala Asia. Kami sudah buat [aturannya] bahwasanya ada dendanya," ujarnya.
"Jadi kalau ketahuan pesan makanan melalui aplikasi online, atau makanan di luar, saya menyampaikannya makanan sampah dan makanan racun. Saya tidak bisa sebutkan satu-satu tapi seperti makanan berminyak, goreng-gorengan, itu mereka kena denda," ia menambahkan.
Sosok berusia 44 tahun tersebut menyampaikan nomimal denda yang diberikannya bukan diukur dari besar atau kecil. Ia ingin memberikan pelajaran kepada para pemain timnas Indonesia U-16, mengkonsumsi makanan yang sehat untuk menunjang kariernya.
"Jadi ketika mereka naik ke level U-19, U-23, mereka sudah terbiasa [dengan pola makan sehat]. Kami juga sudah berkoordinasi dengan tim dokter. Lagipula kemarin PSSI juga sudah menyiapkan ahli gizi, jadi kami sudah terkoordinasi untuk makanan-makanan yang baik untuk seorang atlet."
