Dua orang hooligans ditangkap pihak keamanan Prancis menyusul terjadinya keributan di sebuah bar di Marseille jelang laga perdana Euro 2016.
Menurut sejumlah laporan yang beredar luas, gas air mata sempat digunakan kepolisian Prancis guna meredakan kericuhan yang terjadi pada Kamis (9/6) waktu setempat.
Sebagian saksi mata menyebutkan bahwa keributan terjadi disebabkan karena suporter garis keras asal Inggris tersebut meneriakkan yel-yel tentang kelompok militan ekstrem Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
"Para pendukung Inggris sudah berada di Marseille sejak Kamis kemarin dan awalnya tanpa masalah," demikian pernyataan Mark Roberts selaku wakil pimpinan pihak kepolisian Prancis.
"Namun tengah malamnya, ada konfrtontasi yang terhadi dengan adanya kelompok yang berisi sekitar 70 pemuda mendatangi tempat di mana fans Inggris berkumpul."
"Kejadian ini secara cepat ditangani oleh kepolisian Prancis dan ternyata satu suporter asal Inggris telah ditangkap. Kami sadar bahwa tidak ada insiden lanjutan yang muncul."
"Pihak kepolisian Inggris terus bekerja sama dengan kami di Marseille dan akan mengidentifikasi suporter yang berkelakuan buruk dan akan menghukum sepulangnya ke Britania Raya."
Inggris berada di Grup B dalam gelaran Piala Eropa tahun ini bersama dengan Rusia, Slowakia dan Wales.


