OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Biaya perbaikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), setelah final Piala Presiden 2018 digelar ternyata hampir mencapai Rp1 miliar. Tingginya nominal tersebut karena ada beberapa bagian yang mengalami kerusakan parah.
Tentu ini menimbulkan pertanyaan kepada publik Tanah Air. Mengingat, sebelumnya pengelola tempat tersebut menyatakan kalau biaya perbaikan hanya sebesar Rp150 juta.
Akan tetapi, setelah diadakan audit secara menyeluruh, total kerugian yang dialami melebihi ekspetasi awal. Itu lantaran, perbaikan taman, serta fasilitas penunjang lainnya masih belum dihitung.
"Selepas pertandingan, kami harus membayar Rp900 juta. Jumlah itu dipotong dari uang jaminan ke pengelola SUGBK," kata ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2018 Berlinton Siahaan.
Sementara, ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait, menyatakan pihaknya telah bertanggung jawab dengan masalah ini. Ia pun berharap aksi tidak terpuji tersebut tidak lagi terulang.
"Kerusakan 100 persen kami bayar tanpa menawar. Saya harap ke depan tidak terjadi lagi. Kami tidak akan segan memberikan efek jera. Kami akan bekerja sama dengan kepolisian penegakan hukum jika GBK rusak lagi," ujar Maruarar.
Direktur utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) Winarto, pun memuji langkah yang diberikan panitia Piala Presiden 2018. Menurutnya, mereka memegang komitmen yang telah ditetapkan sejak awal.
Untuk menyewa SUGBK memang harus menyerahkan uang jaminan sebesar Rp1,5 miliar dan uang sewa Rp450 juta. Segala biaya kerusakan yang terjadi langsung dipotong dari uang jaminan yang diberikan.
"Saya senang sekali dan bangga dengan panitia Piala Presiden, dalam hal ini Pak Maruarar. Karena mereka mau mengganti segala kerusakan yang ada. Ini yang mananya bertanggung jawab penuh," tutur Winarto.
