Manchester United kalah dari Watford? Ini seharusnya kabar yang menggemparkan dunia sepakbola karena bagaimana mungkin tim sekelas mereka harus tersungkur di hadapan skuad juru kunci klasemen sementara Liga Primer Inggris?
Tetapi begitulah kenyataannya, pada akhir pekan lalu United terjungkal dua gol tanpa balas di Vicarage Road.
Kekalahan tersebut tentu saja membuat kemampuan Ole Gunnar Solsjaer menghadirkan sukses di Old Trafford semakin dipertanyakan, permainan United sekarang dinilai lebih mudah untuk diprediksi.
Statistik berbicara bersama pelatih asal Norwegia tersebut United memenangkan 73 persen pertandingan ketika mereka mencatat penguasaan bola di bawah 50 persen. Mereka hanya mengoleksi 36 persen kemenangan ketika menguasai bola lebih dari 50 persen.
Getty ImagesDari angka-angka di atas akan sangat mudah untuk menebak strategi seperti apa yan harus diterapkan ketika menghadapi United.
Watford menumpuk banyak pemain di belakang, mereka sukses menyerap setiap gempuran yang dilayangkan United melalui formasi 4-5-1 sederhana.
Strategi bertahan Nigel Pearson terbukti tepat, tuan rumah dengan mudah menjinakkan Marcus Rashford dan Anthony Martial.
Serangan balik kemudian disusun melalui sektor sayap. Watford mengambil keuntungan dari posisi Rashford dan Daniel James yang terlalu tinggi. Tidak pelak, Ismaila Sarr dan Gerard Deulofeu berubah menjadi ancaman serius.

Jika ada pelajaran yang harus dipetik United dari statistik mencengangkan tadi adalah pentingnya menjaga kebugaran Paul Pogba. Bintang asal Prancis ini harus tampil jadi starter di setiap pertandingan hingga akhir musim nanti.
Tidak peduli apakah Pogba akan disiplin beredar di area seharusnya atau tidak dan tidak peduli apakah performa Fred sedang menanjak atau tidak.
Selama 26 menit berada di atas lapangan bersama Pogba, United mencatat sepuluh tembakan, berbanding tujuh selama 63 menit sebelumnya.
Umpan terobosan Pogba tetap menggiurkan dan punya kemampuan untuk membuka celah benteng pertahanan hingga para penyerang cepat yang dimiliki Solskjaer akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menghancurkan lawan paling bertahan sekalipun.




