Bhayangkara FC setuju regulasi pemain U-20 diterapkan saat Liga 1 dilanjutkan. Menurut COO The Guardian, Sumardji, bakal membawa dampak positif untuk para pesepakbola muda.
Munculnya wacana regulasi pemain U-20, berasal dari Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI), ketika rapat virtual dengan PSSI. Kebijakan baru tersebut untuk memudahkan manajer pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong, mencari pemain untuk Piala Dunia U-20.
Hanya saja, PSSI belum memberikan keputusan regulasi U-20, diterapkan atau tidak. Liga 1 akan kembali digelar pada September dengan berbagai perubahan karena pandemi virus corona masih melanda Indonesia.
"Itu yang harusnya diterapkan, setuju sekali kalau pemain muda diberikan jam main, itu yang penting. Regulasi itu di kompetisi lanjut kalau bisa diterapkan," ujar Sumardji.
Goal / Farabi FirdausySelain regulasi pemain U-20, perubahan lain ketika Liga 1 dilanjutkan pertandingan bakal dipusatkan di Pulau Jawa. PSSI juga bakal menaikkan uang subsidi kepada klub yang sebelum Rp520 juta jadi Rp800 juta.
Namun, Sumardji merasa kenaikkan tersebut belum bisa mencukupi timnya. Hal ini karena Bhayangkara FC, sedang mengalami masalah finansial akibat pengucuran dana dari sponsor tersendat.
"Saya sebenarnya bingung mau jawab apa, permasalahan kami sebenarnya ada di sponsor. Kalau liga dijalankan September atau Oktober, kami mau minta dana ke sponsor sulit untuk mencairkannya karena terlalu mepet," ujarnya.
"Jadi posisinya sekarang kami sulit. Namun, kalau memang PSSI sudah meminta liga kembali berjalan, ya kami tetap harus ada dalam bagian dari kompetisi itu," ia menambahkan.


