Bhayangkara FC terancam tidak bisa menggunakan Ezechiel N'Douassel, pada Piala Menpora 2021. Penyerang berusia 32 tahun tersebut sampai sekarang belum datang.
Padahal, skuad Bhayangkara FC sedang melakukan persiapan untuk bertarung di Piala Menpora. Armada Paul Munster tersebut sudah melakukan latihan di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, sejak akhir Februari lalu.
Semenjak kompetisi musim 2020 dihentikan PSSI, N'Douassel sudah tidak berada di Indonesia. Ia memutuskan pulang ke negara asalnya, Chad.
"Sementara ini, ada satu pemain asing kami yang belum datang ke sini, Eze [sapaan Ezechiel]. Eze masih punya kontrak satu tahun dengan kami. Dia masih bersama kami," kata Nyoman Yogi Hermawan.
Nyoman, menyebut belum tahu kapan N'Douassel bergabung dengan skuad Bhayangkara FC. Ia sekarang sedang mengurus visa untuk datang ke Indonesia.
"Mungkin juga dalam waktu dekat. Tetapi, dia masih mengurus administrasinya. Kami juga belum tentu yakin Eze bisa main di Piala Menpora ini," ucapnya.
Bhayangkara SFCDijadwalkan Piala Menpora, mulai bergulir pada 21 Maret sampai dengan 25 April mendatang. Empat kota yakni Solo, Sleman, Bandung, dan Malang, dipercaya untuk menghelat babak penyisihan grup.
Berdasarkan undian yang dilakukan, Bhayangkara FC menempati Grup B bersama Persija Jakarta, Borneo FC, dan PSM Makassar. Seluruh laga grup tersebut digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Target yang diusung Bhayangkara FC di Piala Menpora bukan meraih gelar juara. Indra Kahfi dan kawan-kawan dituntut bermain baik dalam setiap laga yang dimainkan.
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), menjadikan Piala Menpora, sebagai gambaran kepada kepolisian untuk kompetisi musim 2021. Protokol kesehatan ketat diterapkan selama ajang tersebut berlangsung.
Suporter juga dilarang datang ke stadion untuk mendukung tim kesayangannya. PSSI telah memutuskan semua pertandingan Piala Menpora, dilangsungkan tanpa penonton dan tidak boleh ada nonton bareng (nobar).
Juara Piala Menpora, bakal mendapat uang Rp2 miliar. Sementara untuk runner-up Rp1 miliar, lalu peringkat ketiga Rp750 juta, serta peringkat keempat Rp500 juta.
Selain itu, setiap klub bakal menerima uang tanding. Buat yang menang menerima Rp150 juta, dan Rp100 untuk kalah, bila laga berakhir imbang masing-masing kontestan mendapat Rp125 juta.


