OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Bhayangkara FC mendukung rencana PSSI yang tak memberi izin kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggulirkan Liga 1 2018 sampai utangnya lunas. Ini karena mereka merasa langkah yang diambil induk sepakbola nasional tersebut dirasa tepat.
Sampai sekarang PT LIB masih belum melunasi tunggakkan subsidi kontestan Liga 1 2017. Padahal, kompetisi sepakbola kasta teratas nasional tersebut sudah berakhir sejak November lalu.
Bahkan PT LIB sempat menjanjikan melunasi utangnya kepada para klub maksimal akhir Januari 2018. Saat itu, mereka menyebut akan mencicil tiga kali dengan rician pertama Rp600 juta, lalu kedua Rp600 juta, serta termin terakhir Rp1,5 miliar.
Akan tetapi, hal ini hanya omong kosong saja. PT LIB baru mencicil satu kali Rp600 juta, sedangkan sisanya tak kunjung diberikan kepada klub. Bukan hanya itu, mereka juga belum membagikan uang hak siar dan rating televisi kepada klub.
"Ya harus begitu [dilunasi dulu utangnya baru liga berjalan]," ucap COO Bhayangkara FC Sumardji.
Rencananya, Liga 1 2018 bakal mulai digelar 10 Maret mendatang. Di mana Bhayangkara FC bakal memainkan partai pembuka, namun hingga kini belum diketahui siapa lawannya.


