COO Bhayangkara FC Sumardji, belum menetapkan besaran gaji yang dibayarkan untuk pemain, tim pelatih, dan ofisial. Ia mengaku pihaknya masih menunggu surat keputusan (SK) resmi dari PSSI terkait hal tersebut.
Sebelumnya, PSSI mengeluarkan SK bernomor SKEP/48/III/2020 yang isinya setiap klub diizinkan membayar gaji pemain 25 persen dari kontrak yang tertera. Kebijakan tersebut belaku sejak Maret sampai Juni lalu.
Kemudian PSSI menerbitkan SK terbaru bernomor SKEP/53/VI/2020. Seluruh klub diperbolehkan membayarkan gaji dengan kisaran 50 persen dari nilai kontrak yang tertera.
"Kalau masalah gaji ini kami masih menunggu surat keputusan dari PSSI bagaimana masalah pembayaran gaji dan kontrak. Kami tidak mau gegabah dalam melakukan pembayaran gaji ini," kata Sumardji saat dihubungi awak media.
Liga 1 dijadwalkan bergulir pada Februari tahun depan. Kepastian tersebut setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB), mengeluarkan surat bernomor 395/LIB-KOM/XI/2020, tertanggal 2 November 2020.
Hanya saja, PT LIB belum memberi penjelasan detail terkait tanggal dan format yang dipakai di Liga 1. Baru diketahui pelaksanaan kompetisi sepakbola kasta teratas Tanah Air itu rencananya berakhir Juli 2021.
Mario SonathaSejak beberapa pekan lalu skuad Bhayangkara FC sudah diliburkan. Pasukan Paul Munster, diminta berlatih mandiri dari kediaman masing-masing untuk menjaga kondisinya tidak menurun drastis.
Selama libur, Sumardji tak ingin ada pemain Bhayangkara FC yang mengikuti tarkam. Ia menyebut lebih baik Indra Kahfi dan kawan-kawan mencari aktivitas lain dalam mengisi waktu sehingga bermanfaat untuk menjaga fisik.
"Ya kalau saya pribadi ini sebaiknya jangan sampai dilakukan oleh pemain. Karena risikonya besar, pemain yang ikut tarkam bisa ada yang cedera atau apalah nanti saya tidak mau itu," ujar mantan manajer timnas Indonesia U-22 tersebut.
"Kalau menurut saya, sekarang lebih baik para pemain mengikuti saja program yang dibuat oleh tim pelatih untuk bisa menjaga kondisi. Karena itu lebih baik dibandingkan dengan tarkam yang risikonya sangat tinggi karena rentan cedera," ia menambahkan.


