Bhayangkara FC membuka peluang untuk kembali berkandang di Stadion PTIK, Jakarta Selatan. Kemungkinan kans tersebut direalisasikan pada kompetisi musim depan.
Munculnya kemungkinan tersebut setelah Bhayangkara FC batal mengubah nama menjadi Bhayangkara Solo FC. Hal ini terungkap saat PSSI gelar Kongres Tahunan, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Padahal, manajemen Bhayangkara FC sudah mengumumkan perubahan nama menjadi Bhayangkara Solo FC, beberapa waktu lalu. Bahkan, pasukan Paul Munster tersebut juga menggelar perkenalan tim dan logo baru.
Stadion Manahan, Solo pun telah ditetapkan sebagai markas baru Bhayangkara FC. Seluruh pemain diboyong ke kota tersebut dan melakukan persiapan di sana.
"Kalau kembali ke Jakarta mungkin tidak tahun ini, mungkin tahun depan di kompetisi 2022 kami bisa jadi balik ke Stadion PTIK," kata COO Bhayangkara FC Sumardji, saat dihubungi awak media.
"Kalau tahun ini kemungkinan kami akan menggunakan mess yang ada di Solo terlebih dahulu dan mendaftarkan kandang di Stadion Manahan," Sumardji menambahkan.
Bhayangkara SFCLiga 1 musim ini dijadwalkan mulai bergulir pada 10 Juli mendatang. Seluruh pertandingan digelar di Pulau Jawa dengan menggunakan sistem bumble to bumble dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Meski memakai sistem bumble to bumble, Liga 1 tetap digelar secara penuh. Seperti musim-musim sebelumnya, ada 306 pertandingan yang dilaksanakan di musim ini.
Pertandingan tersebut bakal dilaksanakan dalam enam seri yang diputar di tiga klaster. Wilayahnya, meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Adapun seri pertama dan keenam akan digelar di klaster Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Lalu seri kedua dan kelima di klaster Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kemudian seri ketiga serta seri keempat di klaster Jawa Timur.
Skuad Bhayangkara FC sudah melaksanakan persiapan menghadapi Liga 1, sejak beberapa pekan lalu. Seluruh pemain penuh semangat dalam melahap materi yang diberikan tim pelatih.


