Bhayangkara FC dipastikan tidak lagi berkandang di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, mulai musim depan. Klub berjulukan The Guardian tersebut memutuskan pindah markas ke Stadion Manahan, Solo.
Hanya saja, tidak dijelaskan alasan yang membuat Bhayangkara FC memutuskan pindah kandang. Kabarnya, pasukan Paul Munster ingin mendapatkan dukungan dari suporter lebih banyak.
Saat ini skuad Bhayangkara FC sudah berada di Solo. Indra Kahfi dan kawan-kawan bakal menjalani pemusatan latihan (TC), di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS).
"Karena kami akan melaksanakan kegiatan pemusatan latihan di Solo, yang pasti PTIK tidak lagi kami pakai," kata COO Bhayangkara FC Sumardji saat dihubungi awak media.
Selain berpindah kandang, ada isu yang menyebut Bhayangkara FC bakal berubah namanya. Namun, Sumardji enggan membicarakan soal tersebut karena di luar wewenangnya.
"Kalau berkaitan dengan kepastian, besok secara resmi akan diumumkan oleh CEO kami. Termasuk nama dan kandang tim," ujar mantan manajer timnas Indonesia U-22 tersebut.
Sumardji menyatakan para pemain Bhayangkara FC tidak masalah dengan dipindahkan kandang ke Solo. Ia menyebut seluruh penggawanya selalu siap dengan seluruh keputusan yang diambil manajemen.
Mario SonathaApalagi, bila menengok ke belakang bukan pertama kali Bhayangkara FC berpindah kandang. Sebelumnya, mereka pernah bermarkas di Surabaya, Sidoarjo, serta yang terakhir Jakarta.
"Kebetulan pemain Bhayangkara FC tidak pernah mengeluh kaitan soal tempat. Di mana pun tidak ada masalah. Saya kira di Solo lebih enak, kota dan masyarakatnya lebih ramah. Saya yakin, seyakin-yakinnya insyaallah bisa beradaptasi," ujarnya.
Dijadwalkan Liga 1 kembali bergulir pada Februari hingga Juli tahun depan. Hanya saja PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi belum memberi detail tanggal, dan format yang digunakan.
Sebelum Liga 1 dihentikan karena pandemi virus corona pada pertengahan Maret lalu, performa Bhayangkara FC kurang impresif. Dari tiga laga yang dimainkan, The Guardian belum mampu meraih kemenangan.
Seluruh pertandingan yang dilaksanakan Bhayangkara FC selalu berakhir imbang. Klub yang bermarkas di Stadion PTIK, Jakarta tersebut ditahan Persiraja Banda Aceh, Persik Kediri, dan Persija Jakarta.
Raihan tersebut membuat Bhayangkara FC menduduki peringkat 11 klasemen. Mereka mengumpulkan tiga poin atau terpaut enam angka dari Persib Bandung yang berada di pucuk.


