Shin Tae-yong Timnas IndonesiaMario Sonatha

Besut Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong Perkaya Diri

Pelatih Shin Tae-yong mengungkapkan dirinya merasa masih memiliki kekurangan, dan berusaha meningkatkan kemampuannya sebagai juru racik strategi dengan menangani timnas Indonesia.

Selama menangai tim nasional di tiga kelompok umur, Tae-yong membawa timnas senior menempati peringkat dua Piala AFF, medali perunggu SEA Games 2021 bersama timnas U-23, serta meloloskan skuad Garuda ke putaran final Piala Asia 2023.

Bagi Tae-yong yang memiliki pengalaman di sejumlah event, seperti Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro dan Piala Dunia 2018, torehan itu dianggap kurang. Menurut Tae-yong, ia masih berusaha memperkaya dirinya dengan ilmu kepelatihan.

“Saya telah berpengalaman melatih tim Korea Selatan di turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2018 di Rusia dan Olimpiade Rio 2016. Ketika saya pertama kali mulai melatih di Indonesia, beberapa orang di sekitar saya bertanya-tanya,” ujar Tae-yong dalam wawancaranya dengan Newsis.

“[Sebetulnya] Ada tawaran yang lebih baik di tempat lain. Tapi di tempat baru, saya ingin mengambil tantangan. Saya ingin mengevaluasi kembali diri saya di tempat baru, serta kompetensi dan bakat seperti apa yang saya miliki. Ini masih dalam proses.”

Setidaknya perjalanan Tae-yong bersama timnas senior mulai membuahkan hasil. Pelatih berusia 52 tahun ini meloloskan timnas senior ke putaran final Piala Asia 2023 setelah bersaing dengan Kuwait, Yordania, dan Nepal. Kemenangan atas Kuwait pun mempunyai nilai tersendiri.

“Saya awalnya tidak tahu kalau kami mengalahkan Kuwait setelah 42 tahun. Saya hanya berpikir pertandingan pertama sangat penting. Apalagi main di kandang Kywait, dan temperatur di sana mencapai 42 derajat celcius,” tutur Tae-yong.

“Sebagai mantan pemain, saya berpengalaman melawan tim Timur Tengah. Saya pikir, jika kami bisa konsentrasi penuh, kami punya kesempatan besar untuk menang. Saya beri tahu pemain: 'Bertarung dengan kekuatan penuh, tidak memperlihat ritme aneh di Timur Tengah'.”

“Di masa lalu, beberapa pemain Indonesia bilang: 'Jika kami tidak menghadapi tim Timur Tengah, kami bisa melakukannya'. Tetapi saya tidak gentar [bermain] di kandang lawan, dan [berusaha] bertarung dengan baik.”

Iklan
0