Aksi bungkam mulut Jerman sebelum laga melawan Jepang mulai tidak mendapat dukungan dari kontestan Piala Dunia 2022 lainnya. Belanda kini lebih memilih fokus ke sepakbola dibandingkan isu di luar lapangan.
Belanda sebelumnya termasuk tujuh negara Eropa yang akan memakai ban kapten pelangi sebagai sikap protes terhadap pelanggaran hak asasi manusia bagi pekerja migran, dan dukungan kepada komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
Namun keputusan FIFA untuk memberikan kartu kuning kepada pemain yang memakai ban kapten pelangi membuat Jerman melakukan aksi membungkam mulut sebelum duel melawan Jepang. Di laga itu, Jerman menelan kekalahan 2-1.
Van Gaal mengatakan, pertemuan dengan pekerja migran di Qatar membuat mereka telah mendapatkan gambaran mengenai situasi yang terjadi. Van Gaal pun menegaskan, mereka kini hanya fokus ke duel melawan Ekuador, Jumat (25/11) malam WIB.
“Itulah pertanyaannya. Itulah pertanyaannya. Saya tidak ingin mengambil risiko itu. Kami ke sini untuk menjadi juara dunia,” tegas Van Gaal dikutip laman AP.
“Kami menghentikan semua masalah politik [mulai] Kamis ketika kami mengundang para pekerja migran, dan kami memiliki tujuan ini. [Sejauh] Ini semua tentang hak asasi manusia mungkin benar, dan mungkin tidak benar. Tapi saya rasa itu sudah cukup.”
Pernyataan tidak jauh berbeda disampaikan Denzel Dumfries. Pemain yang merumput di Inter Milan ini mengatakan, pertemuan dengan para pekerja migran secara langsung dianggap sudah cukup untuk mendapatkan gambaran sesungguhnya.
Karena itu, lanjut Dumfries, Belanda tidak ingin terpengaruh lagi dengan situasi di luar lapangan. Dumrfries mengatakan, tim Oranje kini hanya fokus mewujudkan ambisi mereka di Qatar.
“Kami memang memberikan banyak perhatian, seperti yang dikatakan pelatih. Kami menerima para pekerja migran, dan itu adalah (waktu) yang luar biasa baik bagi mereka, maupun bagi kami,” kata Dumfries.
“Dalam dua minggu terakhir kami telah berbicara banyak (tentang hak asasi manusia). Kami telah mengatakan apa yang perlu kami katakan, dan mulai sekarang kami harus berkonsentrasi pada sepakbola.”
Pertandingan antara Belanda dan Ekuador akan menentukan pemuncak klasemen sementara Grup A. Kemenangan tentunya bakal melicinkan langkah Belanda ke babak berikutnya.
