Khalil Ibrahim Uni Emirat Arab - Zulfiandi Indonesia (10102019)Getty

Bert Van Marwijk Tatap Duel Kontra Malaysia & Indonesia

Pelatih Uni Emirat Arab (UEA) Bert van Marwijk mulai menatap pertandingan terdekat lanjutan Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Malaysia dan Indonesia pada Maret tahun depan.

UEA masih memiliki empat sisa pertandingan untuk menentukan nasib mereka di fase grup. Jumlah itu satu lebih banyak dibandingkan tiga pesaingnya, Vietnam, Malaysia dan Thailand. Saat ini UEA berada di peringkat empat nilai enam, terpaut lima angka dari Vietnam yang berada di puncak.

Van Marwijk optimistis tim besutannya bisa lolos dari fase grup, mengingat tiga dari empat laga sisa berlangsung di kandang. UEA dijadwalkan menjamu Malaysia pada 25 Maret, dan lima hari kemudian terbang ke Jakarta untuk menghadapi Indonesia. Selepas itu, mereka menerima kedatangan Thailand dan Vietnam pada 7 dan 15 Juni.

“Jika bisa memenangi semuanya, kami bisa di peringkat kedua. Peringkat pertama [klasemen] lolos kualifikasi, sedangkan kedua punya peluang melalui play-off. Saya melihat masih ada peluang. Jika tidak, tak mungkin saya ambil pekerjaan ini lagi,” tutur Van Marwijk dikutip laman Algemeen Dagblad.

“Sekarang kami punya dua periode [pemusatan latihan] lebih lama dibandingkan sebelumnya. Ini sebuah keuntungan. Kami akan menggelar pemusatan latihan pada Januari selama 12 hari. Lalu ada persiapan lainnya menjelang Maret sebelum melawan Malaysia dan Indonesia.”

Khalil Ibrahim Uni Emirat Arab - Zulfiandi Indonesia (10102019)Getty

Di lain sisi, Van Marwijk mengakui merasa janggal menangani UEA kembali setelah dipecat pada akhir 2019. Menurut juru taktik asal Belanda itu, ia masih kerap berkomunikasi dengan penggawa UEA. Pemain juga sering berhubungan dengan staf pelatih lainnya.

Van Marwijk mengatakan, hal itu menjadi salah satu alasan ia mau menerima kembali tawaran menangani UEA. Van Marwijk menyatakan, Roel Coumans dan John Metgod tetap dibawa sebagai asistennya. Sedangkan Mark van Bommel tidak masuk ke dalam staf pelatih era sekarang.

“Tentu saja merasa sangat aneh [melatih UEA lagi]. Tapi yang paling penting buat saya adalah pemain memperlihatkan mereka menginginkan saya kembali. Hubungan kerja sama kami sangat bagus, dan mereka sering berkomunikasi dengan staf pelatih,” beber Van Marwijk.

“Saya juga menyadari risiko [dipecat lagi], karena Anda tidak bisa menjamin. Sejak saya pergi, mereka sudah menunjuk dua pelatih [Ivan Jovanovic dan Jorge Luis Pinto]. Salah satunya belum pernah menjalani pertandingan akibat pandemi Corona.”

“Kini saya bisa melanjutkan apa yang pernah saya berikan sebelumnya. Kenyataan mereka (UAEFA) menginginkan saya kembali tentu menunjukkan ada sesuatu. Mungkin saja mereka melihat jalan yang telah kami tempuh tidak terlalu buruk.”

SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!

Iklan
0