Timnas Indonesia U-19 masih belum bisa berlatih di lapangan. Akan tetapi, para pemain tetap semangat dalam melahap semua materi latihan yang dilakukan secara virtual.
Sejak tiba di Korea Selatan, pada 12 Maret 2022, timnas Indonesia U-19 langsung melaksanakan karantina selama sepekan di Hotel Marina Bay, Seoul. Selama itu, skuad Garuda Muda diperintahkan berlatih virtual.
Meski begitu, para pemain tidak bisa berleha-leha dalam menjalani latihan virtual. Setiap harinya Ronaldo Kwateh dan kawan-kawan diinstruksikan berlatih dua kali pagi dan sore.
Adapun latihan yang diberikan lebih condong ke perenggangan, penguatan otot kaki, dan menjaga kelenturan. Langkah tersebut dilakukan agar tubuh para pemain tidak kaku dan beradaptasi dengan cuaca dingin Korea Selatan.
"Saya ingin komitmen para pemain untuk tetap latihan sore, baik itu push-up dan sit-up. Untuk menjaga kondisi karena keluar karantina akan banyak uji coba dan latihan keras," kata asisten pelatih timnas Indonesia Shin Sang-gyu, dikutip laman resmi PSSI.
Selama berada di Korea Selatan, timnas Indonesia tidak cuma menggelar pemusatan latihan (TC) saja. Pasukan Shin Tae-yong tersebut juga melaksanakan sembilan pertandingan uji coba.
Sebanyak 32 pemain dibawa untuk mengikuti TC di Korea Selatan. Namun, jumlah tersebut bisa bertambah karena nama lain yang menyusul seperti pilar Persebaya Surabaya, Marselino Ferdinan.
Marselino terpaksa menyusul ke Korea Selatan, karena Persebaya belum melepasnya. Tenaga pemain berusia 17 tahun tersebut masih dibutuhkan Bajul Ijo dalam perburuan gelar Liga 1 2021/22.
Hanya saja, peluang Persebaya buat juara Liga 1 sudah tertutup karena tidak bisa mengejar poin Bali United yang kini berada di pucuk klasemen. Keadaan tersebut yang membuat Marselino dalam waktu dekat dapat terbang ke Korea Selatan.
