Pelatih Persija Jakarta Angelo Alessio, mengomentari penundaan Liga 1 2021/22. Sosok asal Italia tersebut menilai keputusan yang diambil tersebut sudah tepat.
Semula pelaksanaan Liga 1 dimulai pada 9 Juli mendatang. Namun, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), memutuskan menundanya ke akhir Juli karena kembali tingginya kasus virus corona.
“Saya rasa itu solusi yang tepat karena kita sedang dalam masa sulit akibat masalah ini [Covid-19],” kata Angelo, dikutip laman resmi klub.
Selain itu, Angelo menyampaikan ada sisi positif dari penundaan Liga 1. Ia jadi bisa lebih lama menyiapkan anak asuhnya tampil di kompetisi sepakbola kasta teratas nasional tersebut.
“Kami bisa bekerja lebih keras kali ini dan berfokus pada persiapan taktik,” ucap pria berusia 56 tahun tersebut.
Di sisa waktu yang ada, Angelo bakal memaksimalkannya. Menurutnya, para pemain Persija masih mempunyai beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Buat saya, ini adalah kesempatan baik untuk lebih mempersiapkan diri,” ujar mantan tangan kanan Antonio Conte di Chelsea dan Juventus tersebut.
PersijaAndai tidak terjadi penundaan, Persija bakal bersua PSS Sleman pada pertandingan perdana Liga 1 di Stadion Pakansari, Cibinong. Duel tersebut sekaligus laga pembuka kompetisi sepakbola kasta teratas Indonesia musim ini.
Format Liga 1 musim ini berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. PT LIB terpaksa melakukan perubahan karena dampak pandemi virus corona yang melanda Tanah Air, sejak tahun lalu.
Seluruh pertandingan Liga 1 digelar di Pulau Jawa dengan menggunakan sistem bumble to bumble. Semua laga dilangsungkan tanpa penonton dan menerapkan protokol kesehatan ketat.
Pertandingan tersebut bakal dilaksanakan dalam enam seri yang diputar di tiga klaster. Wilayahnya, meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Adapun seri pertama dan keenam akan digelar di klaster Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Lalu seri kedua dan kelima di klaster Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kemudian seri ketiga serta seri keempat di klaster Jawa Timur.


