Walikota wilayah Senegal, Sedhiou, Abdoulaye Diop, mengonfirmasi rencana untuk menamai stadion baru di kota itu dengan nama bintang Liverpool Sadio Mane sebagai hadiah atas penampilannya di Piala Afrika 2021.
Pemain berusia 29 tahun itu mencetak gol kemenangan melalui tendangan penalti yang membantu Senegal mengalahkan Mesir 4-2 dalam adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol di akhir perpanjangan waktu, dan itu memastikan gelar Piala Afrika yang pertama untuk negaranya.
Mane bermain di semua pertandingan Teranga Lions di Kamerun dan dia menyumbang tiga gol dan dua assist.
Keberhasilan di Piala Afrika menambah pencapaian prestasi Mane sebagai penduduk asli Sedhiou, sebuah wilayah di bagian barat daya Senegal, setelah ia juga memenangi gelar utama bersama Liverpool, yang meliputi Piala Dunia Antarklub, Piala Super Eropa, Liga Champions, dan Liga Primer Inggris.
"Sadio Mane telah membuat bangga semua bangsa Senegal, wilayah Sedhiou dan seluruh wilayah Casamance," ujar Diop kepada Sports News Africa. "Saya telah memutuskan untuk menamai stadion Sedhiou dengan namanya."
"Dengan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih semua putra dan putri daerah kepada beliau."
"Ia telah membuat seluruh umat manusia sadar akan Bambali dan Sedhiou, kota utama di kawasan itu. Ini adalah hadiah yang benar-benar layak didapatkan Sadio Mane."
Setelah kedatangan tim juara dari Kamerun, skuad Aliou Cisse dijamu dalam resepsi berkelas oleh Presiden Senegal Macky Sall di Istana Kepresidenan pada Selasa (8/2).
Presiden Sall menganugerahkan gelar tertinggi negara kepada setiap pemain dengan menjadikan mereka Perwira Agung Ordo Singa Nasional.
Selain kehormatan tersebut, masing-masing pemain dan anggota kru pelatih menerima bonus 50 juta franc CFA ($87.412) dan sebidang tanah seluas 200 meter persegi di ibu kota negara, Dakar.


