Andre Villas-Boas berjanji untuk belajar dari pengalaman "radikalnya" di Chelsea dengan harapan bisa kembali membawa Olympique Marseille ke masa kejayaan.
Juru taktik asal Portugal tersebut telah diangkat sebagai suksesor Rudi Garcia di Stade Velodrome dan mengemban tugas untuk mengangkat kembali derajat klub yang telah tertinggal dari rival tradisional, Paris Saint-Germain dan Olympique Lyon di Ligue 1 Prancis.
Yang pasti, Villas-Boas menekankan tidak akan ada perubahan besar di Marseille, dengan dirinya mengakui pernah mencoba untuk melakukan perombakan signifikan di Chelsea yang akhirnya berujung pada pemecatan dirinya kurang dari sembilan bulan bertugas.
"Di Chelsea, saya sangat radikal dengan filosofi saya, tapi saya pikir dengan pengalaman maka Anda harus menghormati budaya sepakbola Prancis dan fokus pada keunggulan teknik dan kreativitas," ujarnya melalui laman resmi klub.
"Saya ingin membangun filosofi yang ideal bagi OM. Saya bukan pelatih yang gemar bertahan, saya ingin memainkan sepakbola menyerang - seperti slogan OM, 'Droit au but' [langsung ke tujuan]."
Marseille menutup musim 2018/19 di posisi kelima klasemen akhir Ligue 1 dan Villas-Boas, yang terakhir berkiprah di Tiongkok bersama Shanghai SIPG telah meneken kontrak berdurasi dua tahun.





