Raheem Sterling mengatakan, berkarier di luar Inggris menjadi bagian dari rencana masa depannya, namun sayap Manchester City ini tidak memasukkan Jerman sebagai destinasi berikut.
Sejauh ini, pria 24 tahun tersebut menghabiskan sepanjang karier profersional di Liga Primer. Liverpool memboyongnya dari Queens Park Rangers saat masih remaja, untuk kemudian pindah ke City dengan mahar £44 juta di musim panas 2015 dan di sana mengklaim dua gelar liga serta piala domestik.
Ia pun menandatangani kesepakatan anyar pada November 2018 yang akan mengikatnya di Etihad Stadium sampai 2023, namun tak menutup kemungkinan meninggalkan Inggris.
“Melihat saat ini, Manchester, saya menyukainya,” kata Sterling saat ditanya British GQ soal kemungkinan main di luar negeri.
“Ini salah satu klub terbaik di dunia dan saya di sini untuk jangka panjang. Tapi Anda tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Saya masih muda dan, seperti yang saya katakan, saya menyukai setiap menitnya.
“Sejak saya kecil, 100 persen selalu menjadi impian saya bermain di luar negeri. Akan menyenangkan suatu hari mengakhiri latihan dan pergi ke rumah dan duduk di taman Anda dan makan malam.”
Namun, Sterling menyebut Jerman tidak akan menjadi tujuan dia untuk melanjutkan karier dan lebih memilih menjajal kompetisi di Spanyol.
“Tidak, karena kendala bahasa,” jawab Sterling soal apakah Bundesliga bisa menjadi opsi.
“[Bahasa Jerman] Terdengar sangat sulit. Spanyol terdengar seperti… ‘Hola! Raheem! Saya merasa itu yang bisa saya tangkap.
“Saya mendengar Leroy [Sane] dan Ilkay [Gundogan] bicara dan kadang saya pikir mereka bersama saya. Lalu saya seperti, ‘Kalian tidak saling bicara’. Itu bukan bahasa yang bisa saya lakukan.”


