Liverpool Anfield KopGetty

Berita Liverpool: Potensi Hadapi Kritikan Fans Soal Rencana Patenkan Merek Dagang

Liverpool berpotensi menghadapi kritikan dari suporter soal rencana mereka soal mematenkan merek dagang 'Liverpool'.

Jika terlaksana, maka semua pendapatan dan layanan dari penggunaan nama yang berkaitan dengan merek 'Liverpool' akan disalurkan kembali ke klub.

Kampiun Liga Champions musim 2018/19 telah menekankan bahwa penerapan merek dagang hanya akan diaplikasikan dalam konteks produk sepakbola dan CEO Peter Moore menyatakan klub-klub lokal yang menggunakan nama Liverpool tidak perlu takut.

Hanya saja, kelompok suporter bernama 'Spirit of Shankly' telah menyuarakan penentangan mereka terhadap proposal tersebut.

"Setelah optimisme dari musim panas luar biasa dan selebrasi untuk LFC, sulit untuk merenungkan langkah kontroversial, yang dipikirkan dengan buruk oleh FSG [Fenway Sports Group, pemilik Liverpool]. Itu adalah salah satu langkah yang akan mengasingkan seluruh basis penggemar," tulis mereka dalam sebuah pernyataan.

"SOS [Spirit of Shankly] sangat menentang monetisasi secara terang-terangan warisan sepakbola kami. Merek dagang [Liverpool] bukan milik FSG, itu nama kota kami, dimiliki oleh masyarakat kami. Ini harus dihentikan."

Klub lokal, The City of Liverpool FC juga menentang langkah tersebut, yang telah dilakukan oleh beberapa klub Liga Primer Inggris lainnya seperti Tottenham Hotspur, Chelsea, Southampton dan Everton.

"Posisi kami adalah tidak ada bisnis pribadi yang dapat memiliki nama dari sebuah kota dalam konteks apa pun dan terutama tidak dalam konteks sepakbola di kota Liverpool," kata klub yang bermain di Northern Premier North West Division tersebut.

"Jika Liverpool FC diberikan hak merek dagang tersebut maka mereka akan secara efektif memiliki seluruh nama klub dan organisasi dan bisa memaksakan perubahan nama atau penarikan biaya lisensi."

"Kami punya kontak kemarin dengan Liverpool FC yang memberikan jaminan lisan bahwa kami, mau pun klub dan organisasi yang menjadi sasaran wacana ini, dan kami, tentu saja, menerima kabar dari klub bahwa kami bukan merupakan target mereka."

Di sisi lain, Moore selaku CEO Liverpool, bahwa penerapan hak merek dagang ini bertujuan untuk memerangi pihak-pihak pelaku industri yang mengeruk keuntungan tanpa terlibat atau menjadi bagian dari klub.

"Apa yang kami coba lakukan adalah melindungi klub sepakbola ini, kami tidak berencana mengambil alih kepemilikan 'Liverpool'," tegasnya kepada BBC Radio Merseyside.

"Saat ini kami sedang dalam serangan dengan skala besar dari manufaktur yang disebut-sebut sebagai barang dagangan resmi Liverpool FC."

"Ini bukan bentuk serangan terhadap sepakbola dan para vendor lokal. Kami tidak akan pernah menjadikan mereka sebagai sasaran."

"Mereka memiliki 'penggunaan adil' atas nama mereka masing-masing. Mereka tidak perlu takut akan apa pun."

Diskusi soal rencana mematenkan merek dagang ini masih terus berlanjut dengan pihak-pihak lokal dan Moore mengatakan klub sedang melihat potensi menyusun dokumen hukum yang akan memberi mereka penggunaan resmi nama Liverpool selamanya.

Iklan
0