Mees Hilgers / Food

'Beri Saya Soto' - Mees Hilgers Enggak Doyan Kuliner Belanda

Nama Mees Hilgers kembali menyedot perhatian publik sepakbola nasional setelah bek FC Twente itu disebut-sebut layak untuk memperkuat tim nasional Indonesia di masa mendatang.

Sampai saat ini Hilgers belum membuat keputusan resmi maupun pengajuan menjadi warga negara Indonesia (WNI), mengingat usianya masih 22 tahun, dan pemain yang pernah dibidik Feyenoord itu mempunyai peluang menembus skuad Belanda.

Kendati demikian, Hilgers mengatakan tertarik dengan Indonesia, negara ibunya berasal. Kebersamaannya dengan sang ibu yang lebih sering dibandingkan ayahnya membuat ia makin tertarik kepada Indonesia.

“Ayah saya selalu bekerja, dan ibu saya selalu berada di rumah. Kami hanya memakan makanan Indonesia. Di acara kumpul keluarga, bahasa Indonesia atau Malaysia juga digunakan. Sayangnya, saya tidak menguasai bahasa, tetapi saya sangat ingin mempelajarinya,” beber Hilgers kepada Life After Football.

Terbiasa dengan makanan Indonesia yang dimasak sang ibu membuat Hilgers tidak terlalu menyukai kuliner Belanda.

Mees Hilgers - FC TwenteFC Twente

“Saya benar-benar tidak menyukainya. Berikan saja saya soto, sup ayam khas Indonesia dengan nasi dan sayuran. Untungnya, sebagai pesepakbola, saya bisa terus makan ini,” ucap Hilgers.

Pesepakbola kelahiran Amersfoot itu menambahkan, ia mempunyai rencana berlibur di Indonnesia ketika musim berakhir. Hanya saja, ia berharap mendapat kenyamanan ketika berkunjung ke Indonesia, karena nama dan sosoknya mulai dikenal penggila sepakbola di Tanah Air.

“Masyarakat Indonesia sangat antusias. Kalau saya atau FC Twente mengunggah foto, pasti banyak reaksi masyarakat Indonesia. Saya ingin mengunjungi Indonesia secepatnya dan berlibur ke sana Sayangnya, karena sepakbola Eropa dan babak play-off, liburan sejauh ini terlalu singkat,” tutur Hilgers.

“Saya rasa ada kemungkinan besar saya akan dikenali. Namun orang Indonesia juga memiliki banyak kemiripan. Mudah-mudahan, saya bisa berbaur dengan orang banyak, dan tidak akan menjadi kehebohan begitu saya melangkah keluar.”

Iklan
0