Krisis baru mulai tercium aromanya di dalam tubuh Al-Ahli Saudi, akibat direktur teknik asal Belanda, Marino Pusic, yang tokoh utamanya adalah salah satu temuan mantan pelatih Jerman tim tersebut, Matthias Jaissle.
Persoalan ini berkaitan dengan pemain sayap Al-Ahli asal Brasil, Matheus Gonçalves, yang tak lagi menjadi bagian dari opsi yang diandalkan Pusic sejak kedatangannya menukangi Al-Ahli pada awal musim ini, menggantikan rekan sejawatnya asal Jerman itu.
Gonçalves memublikasikan pesan misterius penuh kekesalan melalui akun pribadinya di situs "X", yang berbunyi: "Sekali lagi? Mustahil bagi saya untuk memahami hal ini."
Namun, pemain Brasil itu tak berhenti pada pesan misterius tersebut, karena ia mengubah foto pada akunnya di situs "Instagram" menjadi berwarna hitam, dan menghapus foto-foto yang menampilkan dirinya mengenakan jersey Al-Ahli.
Tindakan-tindakan Gonçalves ini muncul di tengah pencoretan totalnya dari perhitungan Pusic, di mana ia tak masuk dalam daftar pada 5 pertandingan terakhir Al-Ahli di Liga Roshn Saudi.
Dan tampaknya hal ini akan terulang saat "Al-Raqi" menghadapi Al-Hazm, besok Jumat, di Stadion Al-Inma di Jeddah, pada pekan ketujuh Liga Roshn.
Pemain berusia 21 tahun itu merupakan salah satu temuan paling menonjol dari Jaissle pada musim lalu, ketika ia bergabung dari Flamengo, hingga tampil bersama tim dalam 34 pertandingan, yang mana ia berhasil mencetak 4 gol dan menyumbangkan sejumlah assist yang sama.
Sebaliknya, Gonçalves hanya tampil dalam dua pertandingan sejak awal musim ini, keduanya sebagai pemain pengganti, dengan total 38 menit, tanpa berhasil mencetak atau menyumbangkan satu gol pun.
Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum Kooora




