KidiketidsGoal Indonesia

Berawal Dari Iseng, Kidiketids Membanyol Lewat Konten Sepakbola

Konten kreator tentang sepakbola marak bermunculan di media sosial. Masing-masing punya gaya tersendiri dalam membuat konten untuk menarik atensi dari warganet.

Satu di antaranya konten kreator yang aktif membuat video sepakbola di TikTok maupun media sosial lain adalah Kidiketids. Video yang diunggah kerap kali mengocok perut karena mereka membuat sketsa atau sulih suara alias dubbing para pesepakbola.

Kidiketids digawangi oleh dua orang yang bernama Muhammad Naufal Muharram dan Muhammad Ghaffar Sudjana. Pengikut mereka di TikTok terbilang banyak karena menembus lebih dari 3 juta.

Hanya saja, Kidiketids tak menyangka bisa mendapat respons positf dari netizen sehingga terkenal seperti sekarang. Mereka bercerita awal mula membuat konten sebatas iseng saja.

"Waktu SMA kita suka bercanda bareng. Kebetulan juga selera humor kita kurang lebih sama. Kita juga menonton konten modelan skits begitu, kita kepikiran kenapa enggak kita buat versi kitanya," kata Ghaffar saat berbincang dengan Goal Indonesia.

"Saat zaman kuliah kita kepikiran dari dahulu tapi tidak sempat karena kuliah yaudah kita buat saja [sekarang]. Apalagi lagi ramai raise video, short video jadilah kita buat karena tanpa risiko yang penting menghibur yang penting ngelucu. Akhirnya ngebuat satu, dua video Alhamdullilah reaksinya bagus jadi lama-lama snowballing sendiri," timpal Naufal.

Terkait pemilihan nama Kidiketids, Naufal menyebut didapatkan secara tiba-tiba. Pria berumur 24 tahun tersebut mengaku Ghaffar yang mengusulkan untuk menggunakannya.

Naufal menyatakan Kidiketids tidak ada arti apa-apa. Ia menyebut nama itu yang digunakannya pada akun Instagram miliknya terdahulu.

"Awalnya saya biasa saja, tapi orang-orang udah mulai tahu. Jadi namanya bukan kita sudah tentuin dari lama, tapi tiba-tiba saja. Karena niat awalnya tidak ada komitmen panjang yang serius, yang penting kita unggah yang kita suka saja, nama urusan belakang," ucap Naufal.

Terkait alasan memilih konten sepakbola Naufal bercerita datang begitu saja. Ia sama sekali tidak menyangka bisa membuat orang senang dan terhibur menyaksikan video yang mereka buat.

"Sebenarnya kita bukan milih dan fokus bola, karena refensi konten kita video-video yang kita buat sketsa komedi saja yang tidak ada hubungannya dengan bola malah. Cuma Ghaffar kepicu melihat ada video [Lionel] Messi sama [Sergio] Ramos lagi ketemu di PSG pertama kali, nah dia punya ide yaudah kita dubbing sekadar banyolin. Itu masih dengan pikiran tanpa komitmen yang penting ngelucu saja, kita masih belum ada tema."

"Yang pertama dapat reaksi yaitu yang tidak kita kira malah. Nyuarain asal interaksi Messi sama Ramos di PSG, sejak itu ada orang meminta lagi, mau tidak mau kita buat lagi seperti Ronaldo, tim ini, dan tim itu. Padahal dari awal kita berniat buat tim ini, tim itu, kita mengalir saja."

Setiap minggunya Kidiketids membuat konten empat sampai lima. Akan tetapi, tidak semuanya berbicara tentang sepakbola karena tergantung pembahasan yang ramai di media sosial.

"Kalau buat yang dubbing, kayaknya kebalikan dari video sketsa komedi kita karena kita merancang dan nulisnya agak susah. Kalau dubbing tidak begitu susah, karena topik disediakan dari dunia bola itu sendiri. Berita bola yang berjalan, meme apa yang ada di bola, berita transfer, siapa menang dan kalah."

Iklan
0