Manchester United mengakhiri musim 2019/20 dengan kekalahan 2-1 dari Sevilla di Liga Europa.
Bruno Fernandes memang berhasil mencatatkan nama di papan skor dari titik putih namun pasukan Ole Gunnar Solskjaer gagal mencari cara untuk menumbangkan Sevilla.
Meski dipaksa menerima kenyataan gagal menambah trofi, Manchester United terbilang sukses terkait jumlah penalti yang mencapai total 22 di semua kompetisi.
Angka tersebut adalah yang terbanyak yang didapat oleh sebuah klub di lima liga teratas Eropa sejak 2015/16, ketika Barcelona mendapatkan 24 penalti.
Si Setan Merah mengumpulkan 14 penalti di Liga Primer dengan sepuluh di antaranya berbuah gol. Sebagai perbandingan, Liverpool hanya mencatat lima penalti sementara Everton, Newcastle United dan Sheffield hanya punya satu.
Fernandes secara personal mengambil 14 penalti di semua kompetisi dengan kostum Sporting dan United pada musim ini dan semuanya berbuah gol.
Sebelum kedatangan Fernandes, Marcus Rashford secara umum dapat dikatakan sebagai penendang penalti utama namun dia dan Anthony Martial gagal menjebol gawang dari titik putih saat berhadapan dengan Norwich. Paul Pogba juga gagal mencetak gol dari titik putih di duel lawan Wolves yang berakhir 1-1 pada Agustus tahun lalu.
Di Liga Europa, United mendapat lima penalti dan berhasil mencetak gol di setiap kesempatan untuk lolos ke empat besar.
Pasukan Solksjaer hanya sanggup mencetak gol dari titik putih di dua pertandingan terakhir Liga Europa dengan catatan 46 tembakan.
Jelang duel lawan Sevilla, Solskjaer mengakui jika timnya harus menambah tenaga di bursa transfer musim panas untuk menjaga kans juara pada musim depan.
"Ini adalah perlombaan. Kalian bisa melihat tim-tim lain sedang membangun [skuadnya]. Kami selalu melihat skuad dan logistik pemain," kata Ole.
“Ini jelas menyangkut soal kualitas - dan itu pastinya akan menguras uang untuk mendatangkan para pemain yang lebih baik dari yang kita miliki sekarang ini.
“Kami masih punya jalan panjang untuk sampai ke level tim-tim papan atas Liga Primer. Mereka terlalu jauh di depan kami.
“Kami masih terus berkembang, semakin bagus tentu saja, namun kami belum selesai di sini. Kami belum sampai ke level itu.”


