CEO Inter Milan Beppe Marotta memprediksi harga pemain di bursa transfer akan menurun setelah pandemi virus corona berlalu.
Covid-19 telah melumpuhkan kompetisi sepakbola di hampir seluruh dunia, termasuk liga-liga top Eropa. Keadaan ini tidak hanya mengacaukan jadwal pertandingan, tapi juga membuat banyak klub kehilangan pemasukan.
Jika dalam beberapa tahun terakhir seorang pemain bisa berharga ratusan juta euro, yang berpuncak pada 2017 rekor transfer Neymar senilai €222 juta ke Paris Saint-Germain, maka tren pemain supermahal itu berpotensi menurun menyusul adanya wabah ini.
"Sambil menunggu kepastian tanggal [kompetisi dilanjutkan], saya rasa wabah ini akan membuat pasar pemain menjadi lesu," kata Marotta kepada Tuttosport.
"Mungkin akan ada lebih banyak barter pemain di masa mendatang. Kita juga akan melihat penurunan harga pemain secara umum karena ini adalah masalah global."
"Akan sangat penting untuk bisa memanfaatkan sumber daya di akademi kami," imbuhnya.
Inter saat ini duduk di posisi ketiga klasemen sementara Serie A Italia, tertinggal sembilan poin dari Juventus dan masih menyimpan tabungan satu laga.


