Benevento dilaporkan menghukum para pemain dan pelatih mereka dengan harus naik bus selama 12 jam untuk pertandingan tandang mereka lawan Torino, Senin (24/5) dini hari WIB.
Le Streghe sebenarnya masih punya harapan untuk bertahan di Serie A musim depan dengan berjuang habis-habisan memenangkan duel lawan Torino di Turin pada pekan terakhir musim 2020/21.
Tapi harapan mereka agar terhindar dari degradasi pupus setelah rival mereka dalam pertempuran menghindari turun kasta, Torino bermain imbang 0-0 lawan Lazio dalam partai tunda, Rabu (19/5) kemarin.
Benevento harus menutup musim ini di posisi ke-18 dan harus turun ke Serie B musim depan bersama dengan Crotone dan Parma.
Menurut laporan Calciomercato.com, presiden Benevento, Oreste Vigorito tidak suka dengan pencapaian timnya dan memutuskan enggan membeli tiket pesawat untuk skuad yang akan bertandang ke Turin.
Sebaliknya, ia memaksa anak asuh Filippo Inzaghi untuk melakukan perjalanan selama 12 jam dari kota Benevento, yang terletak di bagian selatan Italia ke utara dengan naik bus.
Ide ini juga dilaporkan muncul usai adanya gagasan dari ultras Benevento yang meminta agar tim mengirim skuad Primavera yang dihuni anak-anak muda lawan Torino, meski akhirnya ditentang oleh manajemen.
"Kami tidak sepakat [untuk mengirim tim junior]," tulis Benevento dalam pernyataan mereka. "Tim ini sudah melakukan perjalanan sepanjang musim dengan penerbanyan yang nyaman."
"Kali ini kami berharap mereka bisa naik bus tim yang 'sederhana'."
Benevento promosi ke Serie A musim ini dengan menyandang status sebagai juara Serie B dan sempat memiliki putaran pertama yang bagus dengan duduk di posisi kesepuluh.
Tapi, performa mereka menurun di putaran kedua dengan hanya berhasil meraih kemenangan - satu-satunya yang mengejutkan di kandang Juventus - selebihnya hanya tujuh hasil imbang dan 10 kekalahan.


