Viking Persib BandungAnggi Riwanto

“Belum Saatnya” - Viking Cyber Sarankan The Jakmania Tak Ke Bandung

Kelompok suporter Persib Bandung, Viking Cyber, menyarankan pendukung Persija Jakarta, The Jakmania, agar tidak menyambangi Kota Kembang saat kedua tim saling bentrok dalam derbi Indonesia pada 2 Oktober.

Pertemuan dua kelompok suporter ini kerap diwarnai bentrokan akibat rivalitas yang sudah berlangsung sejak lama. Bahkan pertemuan dua kelompok suporter ini beberapa kali mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Sebelumnya, operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) mempersilakan The Jakmania datang ke sana. Hanya saja, PT LIB menyerahkan keputusan akhir kepada panitia pelaksana (panpel) Persib mengenai boleh atau tidaknya The Jakmania hadir di Bandung, mengingat perlu pertimbangan matang.

Ketua Viking Cyber, Bernard, memberikan apresiasi terhadap kebijakan PT LIB. Namun, sebaiknya perizinan agar The Jakmania bisa memberikan dukungan di Bandung dapat ditangguhkan.

“Sangat mengapresiasi sekali, karena itu sebuah sinyal Viking dan Jakmania harus damai. Karena rivalitas ini sudah cukup panjang, jadi belum saatnya Jakmania untuk datang ke Bandung 2 Oktober nanti. Harus melalui mekanisme yang serius baik dari Viking maupun pihak Jakmania,” tutur Bernard kepada jurnalis Goal Indonesia Anggi Riwanto.

Bernard menambahkan, konsolidasi dengan anggota Viking sudah dilakukan untuk melakukan perdamaian dengan The Jakmania. Menurut Bernard, sudah seharusnya suporter tiap klub memberikan dukungan positif tanpa harus ada bentrokan dan korban.

“Sudah [ada konsolidasi]. Namun ini belum saatnya Jakmania menyaksikan tim kebanggaannya main di Bandung,” ucap Bernard.

“Menurut kami, ini saatnya Viking dan Jakmania untuk damai. Walaupun pernah dilakukan beberapa tahun lalu di Bekasi, kali ini harus dilakukan dengan cara yang beda. Dengan sejarah rivalitas yang panjang mendamaikan Viking dan Jakmania tidak semudah membalikan telapak tangan.”

“[Tapi] Kami yakin hal ini bisa terwujud, sehingga ke depannya Jakmania bisa mendukung Persija di Bandung, begitupun kami bisa mendukung Persib di Jakarta.”

“Rivalitas itu hanya di dalam lapangan, harus tetap ada. Karena sepakbola tanpa rivalitas bagai sayur tanpa garam, enggak akan seru. Namun rivalitas harus diimbangi dengan akal sehat, jangan sampai berlarut, apalagi sampai memakan korban.”

Iklan
0