Tim Satgas Timnas IndonesiaPSSI

Belum Ada Kerja Dari Satgas Timnas Indonesia

Satuan Tugas (Satgas) timnas Indonesia, bak hilang ditelan bumi. Sampai sekarang tidak diketahui kerja apa saja yang sudah dilakukan oleh tim bentukan dari PSSI tersebut.

Ketika diumumkan PSSI pada pertengahan Juni 2020, Satgas timnas Indonesia memiliki sejumlah tugas. Satu di antaranya membantu penanganan skuad Garuda Muda, yang berlaga di Piala Dunia U-20 tahun depan. 

Selain itu, Satgas timnas Indonesia juga diminta bekerja dalam membetuk skuad Merah Putih untuk jadi yang terbaik. Mulai dari timnas senior, U-22, U-19, U-16 dan wanita.

Syarif Bastaman yang dipercaya menjadi ketua Satgas timnas Indonesia, tidak pernah menampakan diri atau memberikan komentarnya. Padahal, saat terjadi selisih paham antara Shin Tae-yong dengan PSSI, ia bersuara paling keras.

Bahkan, Syarif sampai berujar Tae-yong dianggap melecehkan negara karena curahan hatinya ke media Korea Selatan. Akibatnya, ia mempertimbangkan untuk mencopot pria berusia 51 tahun tersebut dari posisi manajer pelatih timnas Indonesia.

Namun, setelah Tae-yong kembali ke Indonesia dan hubungan dengan PSSI harmonis, Syarif tak lagi muncul. Seolah kehadirannya cuma untuk mengeluarkan pernyataan pedas kepada pria asal Korea Selatan tersebut. 

Tim Satgas Timnas IndonesiaPSSI

Ditanya soal tugas yang sudah dijalankan Satgas timnas Indonesia, Plt sekjen PSSI Yunus Nusi mengaku tidak tahu. Ia malah menyuruh menanyakan hal tersebut kepada ketua umum PSSI Mochamad Iriawan.

"Sekarang dipercayakan kepada Indra Sjafri dan Endri Erawan. Belum [ada kerjanya Satgas timnas Indonesia]. Sesuai arahan ketua umum ke mereka [Indra dan Endri] untuk bantu timnas Indonesia U-19," ucap Yunus kepada awak media. 

Sejak awal pembentukan Satgas timnas Indonesia menuai kritik dari sejumlah pihak. Publik tak habis pikir karena semestinya PSSI tidak perlu membetuk tim tersebut.

Saat ini timnas Indonesia U-19 sedang menggelar pemusatan latihan (TC) di Jakarta yang merupakan lanjutan dari agenda virtual yang digelar 5 November 2020. Dari 38 pemain yang dipanggil hanya tersisa 35 nama.

Serdy Erphyfano dan Yudha Febrian, dicoret akibat tindakan indisipliner saat TC. Sementara Beckham Putra, memutuskan pulang ke rumahnya karena mengalami cedera lutut.

Setelah dari Jakarta, timnas Indonesia U-19 berencana menggelar TC di luar negeri. Kemungkinan besar agenda tersebut dilangsungkan di Spanyol, dan sejumlah pemain keturunan bakal dipanggil.

Iklan
0