Kevin De Bruyne mengungkapkan bahwa ia bermain dengan ligamen engkel yang robek sepanjang pertandingan ketika Belgia kalah 2-1 di tangan Italia di perempat-final Euro 2020 di Munich, Sabtu (3/7) dini hari WIB.
Dua gol Italia di babak pertama, yang dicetak Nicolo Barella dan Lorenzo Insigne, hanya bisa diperkecil dengan penalti Romelu Lukaku.
Generasi emas Belgia gagal memanfatakan kesempatan terakhir untuk menghadirkan trofi, dan De Bruyne, yang diragukan tampil di pertandingan ini akibat cedera, mengakui kalau dirinya tidak dalam kondisi yang fit.
"Bagi saya pribadi, sudah empat atau lima pekan yang aneh. Tapi, saya terutama ingin berterima kasih kepada staf medis," ujar De Bruyne di UEFA.com.
"Sungguh keajaiban saya bisa bermain hari ini karena pasti ada kerusakan di engkel saya. Ligamen saya robek. Tapi, saya merasa bertanggung jawab untuk bermain buat negara saya hari ini. Sayang sekali, saya tidak bisa berbuat lebih banyak."
De Bruyne merasa Belgia sudah memberikan segalanya, meski hasilnya adalah kekalahan.
"Saya pikir kami mengusahakan segala sesuatu untuk memenangkan pertandingan," ujar De Bruyne kepada BBC Sport.
"Mereka mencetak gol yang fantastis, tapi yang pertama merupakan kesalahan kami."
"Mereka memiliki lebih banyak penguasaan, dan bola tidak datang untuk kami, yang itu menyedihkan. Disingkirkan selalu mengecewakan."
Cedera De Bruyne, yang dialami di pertandingan lawan Portugal, mungkin semakin diperburuk oleh penampilannya di duel lawan Italia. Dengan Belgia sudah terhenti di Euro 2020, ia kemungkinan akan kembali ke Manchester City untuk menunggu penilaian lebih lanjut terkait kondisinya.
