Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan, meminta pesepakbola Indonesia yang mengadu nasib di luar negeri belajar dari kasus Saddil Ramdani. Ia ingin kejadian serupa tidak terulang lagi.
Saddil, sempat dilarang pulang ke Tanah Air, oleh petugas imigrasi Malaysia. Penyebabnya, karena klub lamanya Pahang FA yang sekarang berubah nama jadi Sri pahang FC, belum membayar pajaknya.
Padahal, Saddil sudah meninggalkan klub tersebut sejak 2019. Ia memutuskan kembali ke Indonesia dengan memperkuat Bhayangkara FC, pada Februari 2020.
Kompetisi di Tanah Air, yang tidak pasti pada tahun lalu akibat pandemi virus corona, membuat Saddil, pergi lagi ke Malaysia dengan membela Sabah FC. Mantan pilar Persela Lamongan tersebut mau pulang ke Indonesia untuk memulihkan cederanya.
"PSSI berharap kepada pemain Indonesia yang bermain di luar negeri agar lebih berhati-hati terutama memahami serta membaca isi kontrak sebelum menjalin kesepakatan dengan klub. Apalagi ini masalahnya terkait pajak," kata Iriawan, dikutip laman resmi PSSI.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, sampai turun tangan membantu kepulangan Saddil. Ia meminta jajarannya berkoordinasi dengan KBRI di Malaysia untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Iriawan pun memuji langkah yang dilakukan Amali. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap atlet yang berkarier di luar negeri.
Info teraktual menyatakan Saddil sudah bisa kembali ke Tanah Air, Kamis (4/11). Ia sekarang sedang menjalani karantina sesuai dengan peraturan pemerintah.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pak Menpora (Zainudin Amali), pak Dubes Hermono dan seluruh pihak KBRI dan KJRI di Malaysia yang telah membantu kepulangan Saddil Ramdani. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami semua," ucapnya.


