Persebaya Surabaya meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk segera mengasih kepastian Liga 1 2021/22. Bajul Ijo, trauma dengan nasib kompetisi di musim lalu.
Semula Liga 1, dimulai pada 9 Juli 2021. Namun, PSSI dan PT LIB memutuskan untuk menundanya karena kembali meroketnya angka kasus virus corona di Tanah Air.
PT LIB telah mengirimkan surat bernomor 130/LIB-KOM/VII/2021, kepada seluruh klub kalau penundaan Liga 1 sampai Agustus mendatang. Hanya saja, Persebaya merasa informasi yang diberikan operator kompetisi itu kurang detail.
"Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa kompetisi ditunda pada Agustus 2021 atau setidak-tidaknya sampai grafik Covid-19 melandai. Kami menilai pernyataan ini tidak jelas. Apa paramaternya? Apa dasar menilai grafik Covid-19 melandai? Apakah LIB telah berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait hal ini?," kata manajer Persebaya Candra Wahyudi.
"Misalnya, dikatakan melandai jika angka kasus harian di bawah 10 ribu. Sementara situasi sekarang lebih dari angka itu. Tanpa parameter yang jelas, kita tidak bisa mengukur. Hal itu menimbulkan ketidakpastian nasib kompetisi," Candra menambahkan.
Persebaya OfficialBelajar dari pengalaman Liga 1 musim 2020, Candra ingin PT LIB dan PSSI bisa mengambil keputusan dengan cepat. Bila tidak, klub bakal mengalami kerugian yang besar.
"Jangan sampai hal yang sama terulang tahun ini. Jika sampai akhir Agustus 2021 belum ada kepastian, kami mengusulkan segera diputuskan nasib kompetisi secara definitif. Ini lebih baik daripada membiarkan mengambang tanpa kepastian," ucapnya.
"Kami sudah kirim surat resmi ke LIB. Minta agar segera ada keputusan definitif. Jangan biarkan mengambang seperti musim lalu. Ujungnya, kompetisi tidak jalan," ia melanjutkan.
Bila akhirnya Liga 1 digelar pada Agustus, Candra menginginkan tetap selesai di Maret 2022. Keadaan tersebut karena menyangkut masa depan pemain yang sudah terikat kontrak.
"Salah satu opsinya bisa dengan memangkas masa jeda antar series saat kompetisi berjalan dengan sistem semi bubble to bubble. Memampatkan jadwal dari satu pertandingan setiap minggu, menjadi tiga pertandingan dalam dua minggu juga bisa dilakukan dan masih sangat memungkinkan. Mengacu pada Piala Menpora 2021," ujarnya.


