Bek veteran San Marino Roberto di Maio mengkritik striker Denmark dan Manchester United Rasmus Hojlund yang mengeluhkan barisan belakang lawan dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2024.
Pada pertandingan yang dimenangi Denmark dengan skor 2-1 tersebut, Hojlund menjadi incaran pemain San Marino. Dalam keterangannya selepas laga, para pemain San Marino selayaknya mendapatkan kartu merah. Bahkan Hojlund menuding permainan kasar pemain San Marino seperti berniat mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola profesional.
Di Maio pun memberikan respons terhadap pernyataan Hojlund. Bek berusia 41 tahun ini mengungkapkan gestur Hojlund dalam melakukan selebrasi gol pertama Denmark pada menit ke-42 dianggap mengolok-olok San Marino.
Menurut Di Maio, pemain berusia 20 tahun itu juga beberapa kali berusaha mendapatkan hadiah penalti. Selain itu, Di Maio menganggap kontak fisik dalam pertandingan sepakbola adalah sesuatu yang wajar. Di Maio pun mengomentari pemain yang diboyong United dengan banderol €75 juta ini melalui akun media sosialnya.
“Hari ini saya membaca 'Mr 80 juta' mengeluh karena kemarin dia menerima perlakuan yang kurang baik dari para pemain belakang San Marino,” tulis Di Maio di akun Instagram pribadinya dikutip laman GiveMeSport.
Instagram“Yes dear, mungkin dalam sepakbola seperti sekarang di mana kontak fisik telah hilang, Anda membiarkan diri Anda mengolok-olok kami [sebagai] lawan kecil dengan gerakan jelek dan berulang-ulang atau melakukan simulasi di setiap kesempatan dengan mengharapkan VAR sebagai penalti.”
“Saya ingin bertemu Anda 15 tahun yang lalu ketika hanya pria sejati yang bermain sepakbola! Anda mengecewakan Hojlund, semoga sukses.”
Kemenangan atas San Marino membuka peluang Denmark untuk lolos ke putaran final Piala Eropa 2024. Mereka kini menduduki peringkat kedua klasemen sementara Grup H usai mengumpulkan nilai 19, sama dengan pemuncak Slowenia. Laga di grup ini masih menyisakan dua pertandingan.
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)