Bek Persija Jakarta Muhammad Uchida dan palang pintu Persib Bandung Kakang Rudianto bertekad mengeluarkan kemampuan terbaik untuk merebut hati pelatih timnas Indonesia U-18 Shin Tae-yong.
Uchida dan Kakang menjadi dua dari 36 pemain yang mengikuti seleksi kelompok pertama timnas U-18 di Stadion Madya Gelora Bung Karno Jakarta. Seleksi sekaligus pemusatan latihan (TC) ini digelar sejak kemarin hingga 11 September.
Uchida merasa bersyukur mendapat kesempatan mengikuti TC kelompok pertama ini. Ia sangat antusias mendapat pelatihan langsung dari Tae-yong, dan berharap dapat memikat hati juru taktik asal Korea Selatan tersebut.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada coach Shin Tae-yong atas kesempatan ini. Latihan hari pertama cukup berat, karena kami baru datang malam dan istirahat sebentar, lalu sorenya latihan. Tapi Alhamdulillah, masih bisa mengimbanginya. Tentu sangat berbeda ketika dengan klub,” tutur Uchida dilansir laman resmi PSSI.
“Pasti semuanya ingin menjadi pemain timnas. Semoga dengan kehadiran saya di sini bisa memberikan kontribusi dan aura positif kepada tim, dan kemudian lanjut bisa bermain di Piala Dunia U-20 di tahun 2023 nanti. Saya berharap hubungan dengan teman-teman lainnya bisa terjalin dengan baik dan kompak.”
Pernyataan tak jauh berbeda disampaikan Kakang. Pemain yang pernah mengikuti program Garuda Select itu mengaku materi latihan yang diberikan Tae-yong berbeda. Ia belum pernah mendapatkannya di Persib maupun Garuda Select.
Kakang menegaskan, ia tidak ingin membuang kesempatan tampil di Piala Dunia U-20. Karena itu, pemain berusia 18 tahun itu bertekad mengeluarkan kemampuan terbaiknya selama mengikuti TC.
“Latihan tadi memang agak berat. Tapi saya akan berusaha keras agar terpilih, karena pemain bisa saja keluar masuk dalam tim. Untuk itu, saya tidak akan menyerah, dan berkemauan keras agar bisa masuk ke dalam tim nasional,” tegas Kakang.
“Target saya bisa dipilih oleh coach Shin, dan bisa memberikan yang terbaik untuk negara. Saya ingin teman-teman tetap solid dalam beradaptasi bersama-sama di lapangan, karena saya ingin membuktikan kemampuan kepada diri saya sendiri, dan membanggakan orang tua.”
