Palang pintu Irak Ali Adnan tidak memandang remeh timnas Indonesia, lawan yang akan mereka hadapi di laga perdana Grup F kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Basra International, Kamis (16/11) malam WIB.
Adnan mengutarakan, staf pelatih dan para pemain telah mempelajari sejumlah pertandingan yang dilakoni Indonesia. Menurut Adnan, Indonesia telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Pemain berusia 29 tahun ini pun mewaspadai ancaman yang diberikan Indonesia di pertandingan nanti. Kendati demikian, Adnan optimistis Irak bisa menuai hasil positif di pertandingan pertama.
“Persiapan kami untuk pertandingan ini berjalan dengan baik, meski waktunya tidak banyak. Kami akan menghadapi tim yang telah memperlihatkan sepakbola modern, dan mendapatkan hasil positif,” kata mantan penggawa klub Rusia Rubin Kazan tersebut.
“Sekarang tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok di sepakbola. Kami tahu Indonesia telah memperlihatkan performa bagus belakangan ini. Kami sudah mempelajari permainan mereka, dan mengetahui kelebihan mereka. Kami sudah siap menghadapi mereka.”
Optimisme Adnan bertambah, karena Irak bakal mendapat dukungan puluhan ribu suporter. Tiket pertandingan melawan Indonesia sudah habis terjual, dan Stadion Basra International akan dipadati sekitar 65 ribu penonton.
Keyakinan Adnan tersebut berdasarkan dari kesuksesan Irak menjadi jawara Piala Teluk 2023 pada Januari lalu. Saat itu, Irak mencatat kemenangan atas Oman dengan skor 3-2 melalui perpanjangan waktu.
“Bertanding menghadapi lawan di kandang kami menjadi motivasi untuk meningkatkan moral. Kami menantikan kehadiran banyak suporter, seperti di [final] Piala Teluk,” ucap Adnan.
“Yang membedakan pada pertandingan kualifikasi kali ini adalah bermain di kandang. Kami melihat kekuatan ada pada pendukung kami, dan bahkan lawan pun mengetahuinya. Itu keuntungan yang kami miliki dibandingkan lawan kami.”
