Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

imago-sport-1080759522.jpgNexpher Images

Diterjemahkan oleh

Bayern Munich menghadapi kutukan trigel, dan waktu semakin menipis

Kesepakatan transfer gelandang Bayern Munich asal Portugal, Joao Palhinha, ke Aston Villa gagal terlaksana setelah negosiasi antara kedua klub menemui jalan buntu akibat perbedaan mengenai nilai finansial yang diminta untuk merampungkan transfer tersebut.

Menurut surat kabar Jerman «Bild», Aston Villa tertarik untuk mendatangkan Palhinha, namun selisih antara tuntutan finansial Bayern Munich dan penilaian klub Inggris itu terhadap sang pemain menghalangi tercapainya kesepakatan.

Bayern Munich berupaya melepas Palhinha selama bursa transfer musim panas, meski gelandang asal Portugal itu masih terikat kontrak dengan klub Bavaria hingga tahun 2028, setelah ia keluar dari rencana tim untuk musim baru.

Bayern menginginkan nilai antara 25 dan 30 juta euro sebagai imbalan atas pelepasan jasa pemain tersebut, angka yang dianggap Aston Villa terlalu tinggi.

Kedua pihak juga tidak berhasil mencapai formula yang sesuai mengenai kemungkinan transfer Palhinha dengan status pinjaman disertai klausul hak beli.

Eberl menegaskan sikap soal Aston Villa

Direktur olahraga Bayern Munich, Max Eberl, pada hari Jumat telah menegaskan ketidakmungkinan transfer Palhinha ke Aston Villa, sembari menyebutkan bahwa negosiasi belum mencapai tahap yang memungkinkan penyelesaian kesepakatan.

Eberl berkata: «Saya membaca bahwa Aston Villa menghubungi kami mengenai Joao, dan itu benar. Namun kami tidak akan mencapai kesepakatan dengan Aston Villa. Sederhananya, hal itu tidak akan berhasil, karena kami tidak berada dalam posisi yang mengharuskan kami memenuhi semua tuntutan pihak lain. Ada situasi menyeluruh, dan tiga pihak yang harus mencapai kesepakatan».

Ia menambahkan: «Bursa transfer berbeda setelah Piala Dunia dibandingkan biasanya, tetapi tidak kalah membingungkan. Masih ada sekitar dua setengah pekan di hadapan kami, dan kami telah berkomunikasi dengan sangat jelas sejak awal, baik secara internal maupun eksternal, mengenai situasi ini».

Meski pernyataan terakhir Palhinha yang menegaskan keinginannya untuk bertahan bersama Bayern Munich, sang pemain dan para penasihatnya tetap menerima tawaran yang diajukan kepadanya, sebagai antisipasi atas kepergiannya dari klub Bavaria pada periode mendatang.

Palhinha mencari tawaran yang menjamin proyek olahraga yang sesuai baginya, di samping aspek finansial dan personal, mengingat ia tidak berada dalam rencana Bayern untuk musim baru.

Newcastle dan Benfica masuk dalam gambaran

Menurut «Bild», ketertarikan klub-klub terhadap Palhinha tidak terbatas pada Aston Villa, karena Newcastle United dari Inggris dan Benfica dari Portugal juga menunjukkan keinginan untuk mendatangkan sang gelandang.

Namun tuntutan finansial Bayern Munich menjadi hambatan yang sama bagi klub-klub yang berminat, sehingga kepergian pemain itu dari tim Bavaria bergantung pada pengajuan tawaran yang memuaskan manajemen klub.

Dalam konteks yang sama, negosiasi kepergian duet Sacha Boey dan Bryan Zaragoza tidak menunjukkan kemajuan yang berarti, sehingga trio tersebut tetap berada di luar rencana Bayern Munich untuk musim baru. 

Eberl berkata: «Sayangnya, kesepakatan antara ketiga pihak mengenai ketiga pemain ini masih belum tercapai».

Dengan demikian, masa depan Palhinha, Boey, dan Zaragoza tetap menggantung hingga saat ini, menanti tercapainya kesepakatan yang memungkinkan Bayern Munich menutup berkas trio tersebut selama bursa transfer musim panas.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google