Transfer gila-gilaan yang dilakukan Paris Saint-Germain termasuk mendatangkan Lionel Messi pada musim panas ini sedikit dicurigai oleh presiden Bayern Munich, Herbert Hainer, karena sama sekali tak tersentuh regulasi Financial Fair Play (FFP).
Kecurigaan Hainer diutarakan saat berbicara di podcast Bayern Munich SportBild, mengatakan bahwa dirinya ingin tahu bagaimana roda bisnis PSG dijalankan sehingga bisa jor-joran dalam mendatangkan para pemain bintang bergaji mahal dalam satu jendela transfer.
Selain memboyong Messi dari Barcelona, klub raksasa Ligue 1 itu juga merekrut mantan kapten Real Madrid, Sergio Ramos dan penggawa Liverpool, Georginio Wijnaldum dan kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma secara gratis. Belum lagi mereka mengeluarkan dana sampai €71 juta untuk menebus Achraf Hakimi dari Inter Milan.
"Karena PSG saat ini sedang meningkatkan tim, kami akan melihat dair dekat bagaimana hal itu dapat dikompromikan dengan aturan UEFA," kata Hainer.
"Kami berpegang teguh pada hal tersebut [regulasi FFP], lalu kami berharap klub-klub lain juga melakukan hal yang sama. Saya tidak mau terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang Paris, tapi kebijakan pembelian pemain mereka sudah amat besar. Bukan soal biaya transfer, tapi gaji para pemainnya."
Kata-kata Hainer juga bermuatan sindiran terhadap PSG, mengingat Bayern sendiri justru sebaliknya, tidak begitu aktif di bursa transfer musim panas ini.
"Ketika saya mendengar bahwa Messi memperoleh gaji €40 juta bersih per musim, berarti angkanya mencapai €80 juta kotor. Belum lagi ada [Achraf] Hakimi, Ramos, Donnarumma yang tiba bersamaan," lanjut sang presiden.
Pergerakan transfer masif PSG sejauh ini memang dipertanyakan banyak pihak mengenai kaitannya dengan aturan FFP, namun UEFA sendiri belum bergerak untuk sekadar memberikan klairifikasi mengenai isu yang beredar atas adanya potensi pelanggaran.




