Kabar mengejutkan datang dari PSS Sleman. Wawan Febrianto yang baru direkrut untuk musim 2021, pada dua hari lalu, memutuskan mundur.
Padahal, Wawan mengaku sudah sangat lama memimpikan bisa gabung dengan PSS. Namun, karena ada satu lain hal yang tidak bisa disebutkan di media, akhirnya ia mundur.
"Saya mohon maaf izin untuk undur diri dari PSS Sleman. Sekali lagi saya mohon maaf kepada manajemen PSS Sleman, dan Sleman fans. Terima kasih banyak sambutannya," demikian pernyataan Wawan, dalam akun Instagram resmi PSS.
Keputusan yang dibuat Wawan, disayangkan direktur utama PT Putra Sleman Sembada Marco Gracia Paulo. Akan tetapi, ia merasa langkah yang diambil 27 tahun tersebut sudah dipertimbangan secara matang.
"Memang ada hal-hal yang tidak dapat dijelaskan secara gamblang. Percayalah ini sudah melalui proses yang cukup rumit dan kita harus mengambil keputusan," kata Marco.
Official PSSSelain itu, Marco menyatakan tidak masalah dengan mundurnya Wawan. Meski ia mengaku sama sekali tidak menyangka perpisahan tersebut bisa terjadi secepat ini.
"Kita menghargai keputusan Wawan. Apalagi kejadian ini memang di luar kendali kita," ujar mantan CEO Badak Lampung FC tersebut.
Lebih lanjut, Marco menegaskan perginya Wawan, tidak terlalu berdampak besar terhadap PSS. Ia menyakini skuad Super Elang Jawa, tetap fokus untuk musim 2021.
"Kita percaya dan optimis dengan tim yang ada. PSS akan memiliki musim yang luar biasa," eks direktur utama Pelita Bandung Raya (PBR) itu.
Terdekat, PSS bakal bertarung di Piala Menpora 2021. Rencananya, pasukan Dejan Antonic tersebut menggelar persiapan dalam waktu dekat ini.
Piala Menpora, bakal dilangsungkan pada 21 Maret sampai dengan 25 April mendatang. Adapun, kontestan yang berpartisipasi adalah seluruh klub Liga 1.
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), menjadikan Piala Menpora, sebagai gambaran kepada kepolisian untuk kompetisi musim 2021. Protokol kesehatan ketat diterapkan selama ajang tersebut berlangsung.
Suporter juga dilarang datang ke stadion. PSSI telah memutuskan semua pertandingan Piala Menpora, dilangsungkan tanpa penonton dan tidak boleh ada nonton bareng (nobar).
