Barito Putera tidak setuju dengan keputusan PSSI melanjutkan kompetisi musim ini. Penyebaran virus corona yang masih luas di Tanah Air, menjadi alasan Laskar Antasari.
Kompetisi musim ini dipastikan berlanjut setelah terhenti pada Maret lalu, karena pandemi virus corona. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53VI/2020, yang dikeluarkan PSSI kompetisi dimulai Oktober mendatang.
Akan tetapi, CEO Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman, merasa terlalu berbahaya melanjutkan kompetisi karena virus corona belum menunjukkan penurunan. Setiap harinya selalu saja ditemukan pasien baru yang terinfeksi virus tersebut.
Total pasien positif virus corona per hari ini, Rabu (1/7), yang ada di seluruh wilayah Indonesia mencapai 57.770 kasus. 25.595 orang dinyatakan sembuh dan 2.934 meninggal dunia.
"Kami menghormati putusan PSSI, tetapi kami mempunyai pertimbangan dan pandangan lain dalam mencintai bangsa ini ketika menghadapi pandemi virus corona yang tengah melanda dunia, termasuk di dalamnya mencintai dunia sepakbola nasional," kata Hasnur.
Hasnur menyampaikan pihaknya mempunyai pengalaman buruk dengan virus corona. Asisten pelatih Barito Putera Yunan Helmi, sempat dirawat di rumah sakit lebih dari satu bulan karena terjangkit virus tersebut.
Aurelius BalakosaMaka dari itu, Hasnur menjadikan kasus yang menimpa Yunan sebagai pelajaran. Terlalu riskan melanjutkan kompetisi meski pemerintah sudah menerapkan tatanan baru untuk beradaptasi dengan virus corona.
"Kami merasakan betapa sulit dan sakitnya anggota keluarga kami saat harus melawan pandemi ini," ujar pria yang juga menjabat sebagai anggota komite eksekutif (Exco) PSSI tersebut.
"Prinsip kami, mencegah lebih baik daripada harus mengobati. Karena risiko cukup besar, kami memilih untuk bersikap hati-hati demi keselamatan ke depan," politikus partai Golongan Karya (Golkar) tersebut menambahkan.
Tak hanya Barito Putera yang tidak setuju kompetisi musim ini dilanjutkan. Sebelumnya, Persebaya Surabaya, sudah menyatakan sikap serupa dengan alasan yang hampir sama.
Saat ini Barito Putera menduduki peringkat 17 klasemen kompetisi kasta teratas Indonesia. Pasukan Djadjang Nurdjaman tersebut baru mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan yang sudah dimainkannya.
