Berita Live Scores
Piala Indonesia

Barito Putera Melaju Ke 32 Besar

05.03 WIB 20/12/18
Tim Barito Putera
Jacksen memberikan apresiasi kepada pemain yang tetap tampil serius di Piala Indonesia.

Barito Putera mengikut jejak sejumlah klub Liga 1 yang berhasil melaju ke babak 32 Besar Piala Indonesia 2018 setelah menundukkan Persbul Buol 3-1 di Stadion Mini Kuonoto kemarin.

Pada pertandingan babak 64 Besar ini, Barito Putera masih terlalu tangguh bagi lawannya yang berasal dari Liga 3. TA Mushafry membuka keunggulan Barito Putera pada menit ke-44, diikuti Muhammad Rifqi (47), dan Gavin Kwat Adsit (77). Sedangkan gol Saldin Astawi di menit ke-81 hanya memperkecil kekalahan Persbul.

Pelatih Barito Putera Jacksen F Tiago memberikan apresiasi terhadap performa anak asuhnya, meski mereka tidak diperkuat pemain asing. Jacksen menilai pemain tetap serius menjalani laga ini.

“Sesuai yang saya katakan sebelumnya, target saya bisa lolos ke babak berikutnya, dan itu dikabulkan para pemain. Kami fokus membangun kekompakkan tim. Persiapan berjalan baik dan lancar, dan progressnya pun cukup positif,” terang Jacksen.

Di lain sisi, pelatih Persbul Jufri tidak terlalu kecewa dengan kekahalan tersebut. Menurutnya, Barito Putera memiliki materi lebih baik, sehingga Jufri hanya ingin menumbuhkan kepercayaan diri pemainnya.

“Berhadapan dengan tim yang levelnya di atas kami tentu merupakan satu hal baik. Kekalahan ini bisa menjadikan tim ini lebih baik lagi ke depannya. Kami bisa mencetak gol melawan Barito itu merupakan sejarah tersendiri,” kata Jufri.

 

View this post on Instagram

Mabes Polri Bentuk Satgas Untuk Berantas Mafia Sepakbola Indonesia Pemberantasan mafia di sepakbola tanah air benar-benar digaungkan. Terbukti Mabes Polri sampai membentuk satuan tugas (satgas) untuk memberantas adanya aksi pengaturan skor yang mencederai persepakbolaan nasional. Satgas tersebut bakal berada di bawah naungan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri yang bekerjasama dengan PSSI. Hal ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. "Nanti didalami oleh Dittipidum apakah pidana, apa penipuan atau masalah menyangkut undang-undang di bidang keolahragaan atau perbuatan curang. Nanti akan didalami bersama dengan PSSI yang tahu bola dan mekanismenya," kata Dedi. Selain itu, Dedi menyatakan para mafia tersebut harus berantas, karena membuat sepakbola Indonesia tidak maju. Ia pun berharap seluruh pihak yang mengetahui adanya indikasi pengaturan skor dalam sebuah pertandingan tak ragu melaporkan kepada pihaknya. "Setiap pertandingan ada manajemen wasitnya yang ada di luar masternya bisa menilai itu. Menilai ada suatu pertandingan curang yang dilakukan oknum tertentu, bisa dilaporkan kepolisian. Di PSSI ada komite disiplin yang harusnya dikedepankan betul-betul memantau setiap event pertandingan," ujarnya. Isu pengaturan skor kembali menyeruak ke permukaan publik. Setelah manajer Madura FC Januar Hermanto, menyebut timnya diminta mengalahkan dari PSS Sleman ketika bersua di Liga 2 oleh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Hidayat. Pernyataan tersebut pun membuat Hidayat mengundurkan diri jabatannya di PSSI. Meski sudah mundur pria yang juga menjabat sebagai dosen tersebut tetap diberi hukuman komite disiplin PSSI yakni larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun, denda sebesar Rp150 juta dan tidak boleh masuk stadion selama dua tahun.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on Dec 18, 2018 at 5:58am PST

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Pep Guardiola Yakin Bakal Jumpa Jose Mourinho Lagi
2. Manuel Neuer: Liverpool Rapuh
3. Bos Persija Ungkap Alasan Marc Klok Ke Rumahnya
4. Ini Alasan Zlatan Ibrahimovic Tolak AC Milan
5. Beppe Marotta: Pavel Nedved Sekarang Musuh Saya!
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia