Ahmad Mahrus Bahtiar - Barito PuteraDoc. Pribadi Ahmad Mahrus

Mundur Dari Barito Putera, Pemain Ini Gabung PSIM Yogyakarta


LIPUTAN   AURELIUS BALAKOSA     DARI   YOGYAKARTA

PSIM Yogyakarta akan menambah kekuatan memasuki jendela transfer putaran kedua Liga 2 musim 2019. Salah satu sektor yang akan diperkuat yakni lini belakang.

Eks stopper Barito Putera FC, Ahmad Mahrus Bahtiar dikabarkan sudah menjalin kesepakatan untuk bergabung dengan Laskar Mataram pada putaran kedua. Kepada Goal Indonesia, dia mengungkapkan sudah menjalin komunikasi dengan pelatih kepala PSIM, Aji Santoso.

"Komunikasi sudah berjalan sangat intensif. Secara lisan, saya sudah menyetujui bergabung dengan PSIM, tinggal tanda tangan kontrak di Yogyakarta. Kemungkinan besar saya akan ke Yogya pada tanggal 18 Agustus," ungkap Bahtiar.

Pemain kelahiran Jepara tersebut sudah resmi mundur dari Laskar Antasari dan hari ini sudah kembali ke kota kelahirannya.

"Saya sudah resmi mundur dari Barito Putera, surat keluar juga sudah saya kantongi. Sekarang perjalanan menuju Jepara, ingin berliburan dulu bersama anak-anak dan istri di Jepara," kata Bahtiar.

Dia mundur dari Barito Putera kemungkinan karena minimnya menit bermain, serta keinginan dekat dengan keluarga. Beyong, sapaan karib Bahtiar, didatangkan manajemen Barito Putera dari tim promosi Semen Padang FC.

Pemain yang dibesarkan dari Persijap Junior tersebut tidak menjadi pilihan utama karena di posisinya sekarang sudah ada Lucas Silva, Jesus Viera, Dandi Maulana, Ady Setiawan, dan Donny Monim. Bahkan Ady Setiawan pun saat ini digeser menjadi gelandang oleh pelatih Yunan Helmi.

Faktor Aji Santoso yang memantapkan dirinya bergabung bersama Laskar Mataram di putaran kedua kompetisi Liga 2. Sebelumnya, Beyong pernah menjadi bagian Persela Lamongan yang dilatih Aji di ISC A 2016 lalu. 

"Selain PSIM ada tawaran dari beberapa klub. Tapi saya memilih PSIM, karena jarak antara rumah (Jepara-red) dengan Yogya dibilang cukup dekat. Semoga bisa menjadi bagian dari tim PSIM secara resmi," imbuhnya.

Pemain berusia 31 tahun tersebut sejatinya berposisi sebagai striker saat memulai karier bersama Laskar Kalinyamat Muda, julukan Persijap Junior. Dia menjadi pemain bersinar pada musim 2007 dan dipromosikan ke tim senior di bawah juru racik Yudi Suryata. Dilatih Yudi Suryata, Beyong menjadi rising star dari Jepara yang mengisi lini serang saat membawa Persijap promosi ke Indonesia Super League (ISL).

Kariernya terus meroket saat membawa Persijap promosi ke ISL musim 2008/09 saat dilatih almarhum Junaidi. Di ISL, posisinya terancam karena bomber asing yang dimiliki Persijap kala itu, yakni Pablo Alejandro Frances, Carlos Raul Sciucatti, dan Arnaldo Villalba. Junaidi akhirnya menempatkan Beyong di posisi barunya, stopper bersama Evaldo Silva.(gk-18)

Iklan
0