Xavi FC Barcelona GFXGetty Images / GOAL

Bos Barcelona Xavi: Ah, Cuma Bayern Munich, Bukan Rumah Hantu

Meski Barcelona beberapa kali dibantai di Allianz Arena dalam beberapa tahun belakangan, sang manajer Xavi menegaskan bahwa kandang Bayern Munich bukanlah "rumah hantu".

Blaugrana harus bertamu ke kandang Die Roten di laga kedua fase grup Liga Champions Eropa, Rabu (14/9) dengan catatan buruk.

Mereka belum pernah sekalipun menang di Munich, dan hasil beberapa tahun ke belakang bahkan lebih mengkhawatirkan lagi.

Di tiga pertandingan terakhir - kandang maupun tandang - Barca selalu kalah dari Bayern Munich, termasuk ketika dipermalukan 8-2 pada perempat-final UCL 2019/20. Barca juga kalah 3-0 di Allianz Arena di fase grup Liga Champions musim lalu.

Kini, dengan setelah sama-sama mengoleksi tiga poin di Grup C, kedua tim akan kembali berjumpa. Xavi mengaku laga tandang ke Munich akan selalu berat, tetapi yakin dengan performa apik anak asuhnya.

"Ini kan bukan rumah hantu, ini Bayern Munich kok," kata Xavi tersenyum ketika ditanya soal buruknya rekor Barca menghadapi Die Roten.

"Saya sudah mengalami kedua sisi koin, mengalahkan mereka dan dikalahkan mereka. Saya tahu [head-to-head terakhir tidak bagus buat kami], tapi sepakbola kan seperti siklus."

"Benar bahwa kami belum pernah menang di sini [Allianz Arena], dan itu menunjukan betapa sulitnya laga pekan ini. Tetapi kami sedang dalam performa yang baik dan tak sabar menanti hari Selasa [Rabu dini hari WIB]."

Barcelona Bayern GFXGoal/GettyImage

Keberanian Xavi pun bukan tanpa dasar. Sudah banyak hal yang berubah di Barcelona sejak terakhir kali mereka dikalahkan FC Bayern sembilan bulan yang lalu, hasil yang membuat tim Xavi saat itu tersingkir dari fase grup Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.

Barca memboyong delapan pemain musim panas ini dengan total belanja melebihi €150 juta, termasuk striker Bayern Robert Lewandowski yang diharapkan bakal menjadi starter melawan bekas klubnya, dan mereka telah mengoleksi 13 poin dari lima laga di La Liga, hanya diungguli Real Madrid.

"Segalanya berbeda," imbuh Xavi. "Kami telah berkembang di berbagai aspek dan merasa mampu bersaing."

"Ada banyak perubahan tetapi menurut saya yang utama yaitu mentalitas. Setelah kekalahan tersebut, saya bilang ke pemain bahwa ini Barca, bahwa kita harus berlari, bekerja keras, dan menunjukan kepribadian. [Kekalahan] itu bukan citra Barca yang ingin kami tunjukan."

"Mentalitasnya sudah berubah. Sekarang sudah semakin banyak kepribadian di sini. Pemain baru juga memberi dampak dan kemenangan melahirkan rasa percaya diri."

Iklan