Barcelona dilaporkan memakai uang mereka sendiri sejumlah €150 juta demi menggelembungkan besaran pendapatan yang mereka terima dari 'tuas ekonomi'.
Menghadapi badai krisis finansial, raksasa La Liga itu menempuh jalan economic lever atau 'tuas ekonomi' lewat penjualan beberapa aset mereka. Sejauh ini mereka sudah menarik tiga 'tuas', dengan menjual sebagian hak siar televisi dan saham Barcelona Licensing & Merchandising (BLM).
Barca mengklaim pendapatan sebesar €667 juta dari penjualan 25 persen hak siar La Liga kepada Sixth Street untuk 25 tahun lamanya. Namun, ternyata perusahaan investasi asal Amerika Serikat itu hanya membeli seharga €517 juta.
Barcelona galang dana 'gaib'?
Menurut COPE, klub Catalunya itu tidak menjual hak siar mereka secara langsung kepada Sixth Street. Alih-alih, Barca dan Sixth Street membentuk perusahaan bernama Locksley Investments SL dan Blaugrana menjual 25 persen hak siar mereka kepada perusahaan tersebut.
Locksley Investments SL mengeluarkan €667 juta demi membeli hak siar, dengan €517 juta disumbang Sixth Street, sementara €150 juta berasal dari kantong Barca sendiri.
Lantas, bukankah Barcelona harus mencatatkan pengeluaran €150 juta? Laporan COPE juga mengklaim bahwa pihak Barca mengakalinya dengan mencicilnya dalam waktu 25 tahun (durasi investasi hak siar) sehingga pembukuan hanya mencatatkan pengeluaran sebesar €6 juta. Praktis, terciptalah ekstra pendapatan €144 juta, tambahan dari €517 juta yang mereka terima dari Sixth Street.
Gampangnya, €150 juta ini tak pernah ada dan hanya akal-akalan akuntansi dari pihak Barcelona yang kongkalikong bareng Sixth Street.
Operasi ini diterima oleh perusahaan yang mengaudit Barca, yakni Grant Thornton. Praktis, Sixth Street membeli hak siar selama 25 tahun, sementara mulai tahun ke-26 dan seterusnya (yang berarti seumuh hidup) hak siar dipegang oleh Barca sendiri.
Masih ditolak La Liga
Ironisnya, La Liga tidak menghitung operasi ini untuk perhitungan batasan gaji. Buntutnya, Barca masih belum bisa mendaftarkan pemain-pemain baru mereka.
Parahnya lagi, operasi ini akan dicatat sebagai Capital Gain, yang artinya mereka harus membayar pajak Capital Gain. Di Spanyol, pajak tersebut mencapai 23 persen.
Oleh karena itu, setelah gagal memanipulasi La Liga, kini mereka harus membayar pajak ekstra sekitar €34,5 juta.
Selanjutnya untuk Barcelona
(C)Getty ImagesKlub yang finis kedua di Liga Spanyol musim lalu ini jor-joran belanja pemain demi memperbaiki nasib kompetitif. Selain mendatangkan Andreas Christensen dan Franck Kessie secara gratis, Barca juga membeli Raphinha, Robert Lewandowski, dan Jules Kounde. Apakah mereka bisa dimainkan di partai pembuka La Liga melawan Rayo Vallecano, Minggu (14/8) dini hari WIB.
Sementara itu, Los Cules juga masih terus berusaha menyeimbangkan neraca dengan melego pemain. Gelandang Frenkie de Jong adalah salah satu pemain mereka yang bergaji paling tinggi, tetapi pemain 25 tahun itu disebut-sebut betah di Barcelona dan tak ingin hengkang di tengah-tengah ketertarikan dari Manchester United dan Chelsea.




