Berita Live Scores
Borussia Dortmund

Sergio Gomez - "Andres Iniesta Baru" Yang Berpaling Ke Borussia Dortmund

23.22 WIB 20/08/19
Sergio Gomez NxGn
Kepergian remaja 18 tahun ini dari La Masia menimbulkan kehebohan di Barcelona, namun kariernya di Jerman sejauh ini masih belum memuaskan.

OLEH DENNIS MELZER        PENYUSUN  SANDY MARIATNA 

"Tidak sabar menunggu musim 2019/20 dimulai. Saya siap untuk memulai kembali karier di level klub."

Itulah kata-kata yang menemani unggahan foto Sergio Gomez di akun Instagram saat melakoni latihan pramusim bersama Borussia Dortmund di Austria. Sebuah pesan yang sedikit membingungkan, tapi yang jelas pemain 18 tahun ini merasa siap untuk memenuhi segala ekspektasi yang tertuju kepadanya.

Sekitar 18 bulan lalu, Gomez menjadi buah bibir setelah Dortmund berhasil mencomotnya dari Barcelona senilai €3 juta. Disebut-sebut punya potensi menembus tim utama hingga dijuluki "Andres Iniesta baru", nyatanya ia menghabiskan musim 2018/19 bersama tim kedua Dortmund di Regionalla West. Alih-alih melawan Bayern Munich atau Schalke, Gomez malah berjumpa TV Herkenrath dan SC Wiedenbruck di divisi empat sepakbola Jerman itu.

Meski demikian, setelah sukses menjadi pemain kunci Spanyol saat menjuarai Kejuaraan Eropa U-19 2019, Gomez kini siap bangkit. Namun di musim ini, dia tidak berada di Dortmund. Awal pekan lalu, Gomez dikonfirmasi akan menjalani masa peminjaman selama semusim bersama Huesca, tim divisi dua Spanyol (Segunda Division).

Lahir di Catalunya, Gomez memulai karier juniornya bersama CF Trajana dan FC Badalona. Di umur 9 tahun, bakatnya sudah tercium pemandu bakat Barcelona. Dia pun bergabung dengan La Masia yang termasyhur itu. Dia menjadi pemain reguler di UEFA Youth League 2017/18 dan sesekali membela Barca B di Segunda Division.

Di pertengahan musim, Gomez berangkat ke India untuk membela Spanyol di Piala Dunia U-17 2017. Dia mencetak empat gol di ajang itu dan mengklaim Silver Ball (pemain terbaik kedua turnamen) di belakang gelandang Inggris Phil Foden. Di final, Spanyol harus mengakui keunggulan Inggris 5-2 di mana Gomez memborong seluruh gol timnya.

Penampilan impresifnya di India membuat Dortmund langsung bergerak. "Salah satu pemain terkuat di usianya," demikian yang dideskripsikan oleh direktur olahraga BVB Michael Zorc terhadap Gomez. Begitu bursa transfer Januari 2018 ditutup, Gomez pun resmi menjadi milik Dortmund.

Kepindahan ini menimbulkan kehebohan di Barcelona. Menurut Sport, begitu Gomez pergi, Barcelona langsung menaikkan anggaran La Masia sebanyak 160 persen untuk mencegah pemain berbakat lainnya meninggalkan sarang.

Setelah dua kali mendapat kesempatan sebagai pemain pengganti di sisa musim Bundesliga, Gomez mengaku kesulitan beradaptasi di lingkungan barunya. Kursus intensif bahasa Jerman tiga kali sepekan sedikit membantunya. Namun pelatih baru Lucien Favre sama sekali tidak memperhitungkannya. Gomez hanya sekali masuk skuad BVB di Bundesliga 2018/19 tanpa bermain.

Satu-satunya penampilan Gomez di tim senior BVB musim lalu terjadi di Liga Champions melawan AS Monaco. Tentu saja ini adalah kampanye yang mengecewakan bagi sang gelandang berbakat, terutama di tengah berkibarnya remaja Dortmund lain seperti Jadon Sancho dan Dan-Axel Zagadou. Walau begitu, namanya tetap masuk dalam Goal NxGn 2019, lis 50 pemain remaja berbakat di dunia, di mana Sancho menjadi pemenang.

"Semua proses butuh waktu," kata Sebastien Kehl, eks gelandang Dortmund yang kini menjadi staf rekrutmen klub, kepada Daily Mail. "Ini adalah pengalaman baru untuknya. Keluarganya sesekali mengunjunginya, tapi dia bisa hidup mandiri."

"Kami selalu ada untuknya, tapi kami tidak bisa melakukan segalanya. Ada satu masa di mana seorang pemain harus melakukannya secara mandiri. Ini adalah bentuk pengembangan kepribadian."

Cinta yang keras itu barangkali telah melecut Gomez. Setelah membawa Spanyol U-19 menjuarai Euro di Armenia, Gomez melupakan liburan musim panasnya dan langsung mengikuti latihan pramusim. Musim ini, Gomez tampak lebih siap untuk unjuk kemampuan.

"Saya ingin terus berkembang dan tentu saja berharap bisa mendapat kesempatan," kata Gomez. Namun di musim ini, kesempatan itu tidak akan datang di Signal Iduna Park, melainkan di negaranya, bersama Huesca.

Meski Segunda Division tidak selevel Bundesliga, Huesca akan mengawali musim ini sebagai salah satu favorit untuk promosi, mengingat mereka baru saja terdegradasi dari La Liga musim lalu. Kehadiran seorang pemain muda seperti Gomez, yang nyaman mendribel bola dan sosok pengumpan andal, bisa menjadi pembeda buat Huesca.

Progres karier Gomez barangkali terhambat. Namun, performanya bersama Spanyol di musim panas ini membuktikan bahwa dirinya tidak kehilangan kemampuan yang dulu sempat membuatnya disandingkan dengan Iniesta.

Masanya akan tiba bagi Gomez untuk bermain di Dortmund atau klub top Eropa lain – tapi untuk saat ini, kuncinya adalah sabar.