Xavi Hernandez menjadi pelatih Barcelona dengan catatan terburuk dalam 50 laga pertamanya semenjak Serra Ferrer pada 2001 lalu.
Kontra Real Madrid, Minggu (16/10), Xavi menangani Blaugrana untuk yang ke-50 kalinya (37 musim kemarin, 13 musim ini) di semua kompetisi. Sebelumnya Barca duduk di puncak klasemen La Liga 2022/23 tanpa terkalahkan, namun harus bertekuk lutut di Santiago Bernabeu dengan skor 3-1 berkat gol-gol Karim Benzema, Federico Valverde, dan Rodrygo Goes.
Kekalahan tersebut sekaligus memastikan Xavi memiliki catatan yang lebih ambyar dibandingkan para pendahulunya, termasuk Ronald Koeman, Ernesto Valverde, dan Frank Rijkaard.
Xavi pelatih terburuk Barca?
Ditunjuk sebagai pelatih, gelandang legendaris Barcelona itu hanya mampu mencatatkan 28 kemenangan dan 11 kali seri, sementara 11 sisanya berakhir dengan kekalahan. Catatan ini lebih buruk dari pelatih yang ia gantikan, Ronald Koeman. Juru taktik asal Belanda tersebut menang 33 kali, seri tujuh kali, dan kalah 10 kali.
Rekor Frank Rijkaard sangat mirip dengan rekor Xavi, tetapi agak sedikit lebih baik dengan jumlah kemenangan yang sama, satu hasil seri lebih banyak, dan satu kekalahan lebih sedikit.
Sementara itu Luis Enrique merupakan entrenador dengan start paling menjanjikan di Catalunya, dengan 42 kemenangan dan tiga kali seri.
Pep Guardiola, kini pelatih Manchester City, memiliki catatan yang sama persis dengan Tata Martino, keduanya sama-sama menang 37 kali, imbang delapan kali, dan kalah lima kali.
Rekor 50 pertandingan pertama pelatih-pelatih Barcelona:
Pelatih | Menang | Seri | Kalah |
Luis Enrique | 42 | 3 | 5 |
Pep Guardiola | 37 | 8 | 5 |
Tata Martino | 37 | 8 | 5 |
Ernesto Valverde | 36 | 11 | 3 |
Tito Vilanova | 36 | 8 | 6 |
Ronald Koeman | 33 | 7 | 10 |
Frank Rijkaard | 28 | 12 | 10 |
Xavi Hernandez | 28 | 11 | 11 |
Selanjutnya buat Xavi & Barca
Selain kalah adu gengsi, Barca juga harus merelakan puncak klasemen direbut oleh Real Madrid, yang kini menjadi satu-satunya tim tak terkalahkan di La Liga.
Meski tak terlalu buruk di kancah domestik, pasukan Xavi terseok-seok di Eropa. Mereka terancam tak lolos ke 16 besar Liga Champions usai dikalahkan Inter Milan dan Bayern Munich.
Kini Barcelona akan berusaha kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Villarreal, Jumat (21/10) dini hari WIB mendatang.




