Sergio Busquets mencemaskan kondisi mental Barcelona setelah ditahan imbang Inter Milan 3-3 di Liga Champions Eropa, Kamis (13/10) dini hari WIB.
Blaugrana kini di ambang pintu Liga Europa dalam dua musim beruntun setelah gagal meraih poin penuh atas Nerazzurri di Camp Nou. Mereka cuma bisa mengumpulkan empat poin dari empat laga, sementara Inter telah mengoleksi tujuh angka dan hanya membutuhkan tiga poin tambahan untuk menyusul Bayern Munich sebagai wakil Grup C di 16 besar UCL.
Situasi ini menjadi pukulan besar buat Barca, yang masih memerlukan uang hasil keikutsertaan di Liga Champions demi mengamankan situasi finansial mereka yang setahun belakangan carut-marut.
Barcelona tertekan, Real Madrid di depan mata
Namun menurut Busquets, hasil imbang kontra Inter tak hanya memengaruhi situasi luar lapangan, tetapi juga di lapangan. Barca harus menghadapi seteru abadi, Real Madrid, di La Liga, Minggu (16/10) mendatang dan ia mencemaskan kondisi mental pasukan Xavi Hernandez menjelang El Clasico.
"Jelas bahwa ini bisa berdampak pada kami menjelang El Clasico," aku Busquets kepada Movistar+ pasca-laga. "Kami harus bisa membangkitkan diri sendiri."
Barca mengalami krisis finansial selama dua tahun belakangan, namun mengaktifkan sejumlah pengungkit ekonomi demi mendatangkan pemain-pemain baru di bursa musim panas.
Pemain-pemain baru tersebut, ditambah dengan kepiawaian Xavi dalam melatih, terbukti efektif memperbaiki Barca di kancah domestik. Mereka kini memuncaki klasemen La Liga dengan tujuh kemenangan beruntun setelah musim lalu sempat menghuni papan tengah.
Namun performa Barca di Eropa bertolak belakang, mereka cuma bisa menang satu kali dari empat laga usai menempati 'grup neraka'.
Getty"Ini mengecewakan. Grup kami memang sulit tapi harusnya kami bisa lebih baik setelah semua pemain baru yang kami beli. Secara matematis memang belum selesai, tetapi sangat sulit," imbuh Busquets.
"Kami tidak efektif di beberapa area, di Liga Champions itu harus dibayar mahal. [Pertandingan] bisa bergerak ke segala arah dan kami sangat buruk di babak kedua."
"Gol pertama mereka memberi mereka dorongan... Setiap kali mereka mencetak gol, rasanya seperti chaos!"
Bos Barca Xavi mengamini dengan berkata bahwa anak asuhnya seharusnya bisa lebih baik dan merasa dijahati oleh UCL.
"Saya sangat kecewa, sedih, dan sedikit marah. Musim lalu, kami merasa memang tak cukup bagus, tapi kali ini gara-gara kesalahan... Ini lebih menyakitkan," ungkap Xavi. "Musim ini, Liga Champions jahat sama kami."
Selanjutnya buat Barcelona
Untung bagi Barca, Madrid juga tidak sedang dalam performa terbaik. Los Blancos gagal menang dua kali di empat laga terakhir setelah mencatatkan sembilan kemenangan beruntun di awal musim.
Kendati demikian, anak asuh Carlo Ancelotti memiliki jumlah poin (22) yang sama persis dengan mereka di La Liga dan hanya kalah selisih gol. Ketatnya situasi pun berpotensi menjadi tekanan tambahan bagi Barcelona.
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)