Gelandang belia Barcelona, Pedri, mengatakan bahwa kegagalan penalti Lionel Messi menjadi pukulan telak bagi timnya yang tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.
Terkini, Barca bermain imbang kontra Paris Saint-Germain dengan skor 1-1 di Stadion Parc des Princes, Kamis (11/3) dini hari WIB.
PSG unggul lewat sepakan penalti Kylian Mbappe pada menit ke-30 sebelum disamakan Messi tujuh menit berselang yang memanfaatkan assist Pedri.
Barca punya momentum bagus untuk balikkan skor pada akhir babak pertama. Wasit Anthony Taylor menunjuk titik putih setelah Antoine Griezmann dilanggar Layvin Kurzawa.
Apes, Messi yang menjadi algojo gagal menunaikan tugas dengan sempurna setelah sepakannya mampu diselamatkan Keylor Navas.
Dengan hasil tersebut, The Catalans kalah agregat 5-2 setelah pada pertemuan pertama dipermalukan PSG dengan skor 4-1 di Camp Nou.
"Kami tahu itu penting untuk memaksimalkan peluang [tendangan penalti] kami,” ucap Pedri selepas laga.
"Kami menghasilkan permainan yang sangat bagus, tapi kami kehilangan peluang besar.”
"Kami yakin kami bisa berikan perlawanan sengit dan lolos, tapi penalti yang gagal sebelum jeda adalah pukulan telak.”
"Kami terus berjuang dan Anda tidak dapat menentukan hasil hanya dengan menyalahkan penalti yang gagal. Kami memiliki banyak peluang dan gagal memanfaatkannya,” pungkasnya.
Tercatat, Barcelona memiliki 21 tembakan dibandingkan dengan tujuh bagi PSG, termasuk 10 percobaan tepat sasaran di antaranya dengan persentase penguasaan bola mencapai 73 persen!
Adapun tersisih sejak babak 16 besar UCL menjadi pencapaian terjelek Barca sejak dieliminasi Chelsea pada fase yang sama pada edisi 2004/05.




