Barcelona terus melangkah mantap menuju pertahanan gelar La Liga, berkat kemenangan beruntun yang diraihnya di kompetisi tersebut, sementara rivalnya Real Madrid beberapa kali tersandung belakangan ini.
Dengan sisa 8 putaran menjelang akhir musim La Liga, Blaugrana menunjukkan ketangguhan dan tekad yang lebih besar untuk tidak membuang poin apa pun, terutama dalam pertandingan-pertandingan krusial melawan rival dan tim-tim besar seperti Atlético, yang mereka kalahkan 2-1 pada Sabtu malam di Madrid.
Tim asuhan pelatih Hans Flick memanfaatkan kekalahan mengejutkan yang dialami Real Madrid (69 poin) pada hari yang sama di kandang Real Mallorca, untuk memperlebar selisih poin menjadi tujuh poin.
Selisih tujuh poin ini merupakan tonggak penting dalam sejarah La Liga, terutama antara rival abadi Barcelona dan Real Madrid, serta menjadi faktor penentu dalam persaingan sengit mereka untuk gelar juara.
Baca juga: Maroko Ingin Segalanya: Impian Tak Berujung... dan Kartu As di Piala Dunia 2030
Baca juga: Skakmat.. Permainan berakhir: Salah terjebak dalam tipu muslihat besar
Baca juga: Hassan Shehata: Salah layak untuk Real Madrid dan Barcelona.. dan kami akan berlaga di Piala Dunia tanpa rasa inferior
Menurut akun Mr. Sheph yang ahli dalam statistik sepak bola Spanyol di platform X, "Belum pernah ada pemuncak klasemen La Liga yang lolos dari genggamannya, setelah memperlebar selisih dengan runner-up menjadi 7 poin atau lebih, dengan sisa 8 putaran (atau kurang) menjelang akhir musim".
Baca juga: City Mengingatkan Liverpool pada Musim Bencana
Baca juga: Di atas reruntuhan Liverpool.. Haaland mencetak prestasi luar biasa
Baca juga: Kekalahan pahit: Mbappé gagal dalam ujian... dan Mallorca memanfaatkan kelemahan sang bintang yang sudah tua
Pertandingan El Clásico melawan Real Madrid menjadi laga besar tersisa yang paling dinanti bagi Barcelona di La Liga, sementara di sisa putaran mereka akan menghadapi Espanyol, Celta Vigo, Getafe, Osasuna, Alavés, Real Betis, dan Valencia.
