Dengan debu yang mulai menghujani Barcelona di Liga Champions, gerutu dan sikap meremehkan Liga Europa mulai berkurang.
Banyak fans yang sebelumnya bersikeras lebih suka tim kesayangannya langsung tersingkir dari kompetisi sekunder Eropa, kini telah mengubah haluan mereka.
Barcelona diimbangi Napoli 1-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Europa di Camp Nou, Jumat (18/2) dini hari WIB. Derbi Maradona yang lebih menarik ketimbang perjalanan Blaugrana ke Arab Saudi untuk hadapi Boca Juniors dalam laga persahabatan awal musim ini.
Namun, ada banyak alasan masuk akal mengapa Barcelona akan menganggap serius Liga Europa pada debut mereka.
Menyusul kekalahan Xavi di Liga Champions, Piala Super Spanyol, dan Copa del Rey, sang pelatih tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan keempat untuk merebut trofi setelah lebih dari 100 hari memimpin.
“Kekalahan membawa konsekuensi,” presiden Joan Laporta memperingatkan pada musim panas lalu, dan Xavi telah menjelaskan bahwa dia memiliki satu tujuan.
"Kami adalah Barca dan kami harus menang, menang, dan menang," tambahnya.
Meski begitu, keinginan tersebut belum terjadi sejauh periode kedua masa kepemimpinannya, kendati membaik secara perlahan.
Liga Europa menawarkan Barcelona kesempatan terakhir untuk mendapatkan gelar apapun musim ini, untuk menunjukkan bahwa proyek klub bergerak maju.
Getty/GOALSetelah 17 musim berturut-turut lolos ke fase gugur Liga Champions, sengatan memalukan dari penurunan pangkat hanya dapat diredakan dengan kemenangan di tempat perburuan baru.
Memenangkan Liga Europa juga akan menggaransi mereka lolos ke Liga Champions musim depan, sesuatu yang sama sekali belum terjamin di LaLiga.
Kemenangan gemilang atas Atletico Madrid untuk membantu Barcelona naik ke posisi keempat untuk kali pertama sejak jornada ketiga musim diikuti hasil imbang yang mengecewakan di Espanyol.
Tembakan Luuk de Jong pada menit berdarah memastikan Barcelona tetap di urutan keempat, sejajar dengan Atletico di 39 poin, di bawah tim peringkat ketiga Real Betis dengan 43 angka, dan jauh dari Sevilla dengan 50 poin dan sang pemuncak Real Madrid dengan 54 angka.
Real Sociedad dan Villarreal sedang mengejar Barca dan klub raksasa Katalunya tersebut harus berjuang sampai akhir untuk mempertahankan tempat mereka.
"Tujuan utama kami adalah kembali ke Liga Champions musim depan dan ada dua cara untuk melakukannya: finis di empat besar LaLiga atau menjuarai Liga Europa," kata Xavi.
Performa ekstra juga memberi sang pelatih lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan gambaran untuk musim depan dan seterusnya.
Tapi, hasil imbang kontra Napoli pada pertemuan pertama tentu menipiskan peluang Barca untuk pilihan kedua dalam mengamankan UCL musim depan.
Getty/GOALTrisula Adama Traore, Ferran Torres, dan Pierre-Emerick Aubameyang diturunkan sejak menit pertama.
Traore tetap dengan spiritnya, Ferran masih harus dilatih penyelesaian akhir, sementara Auba butuh waktu untuk menyetel dengan tim barunya.
Kompetisi ini juga akan menjadi pengalaman bagus untuk pemuda seperti Gavi dan Nico Gonzalez. Apalagi untuk merasakan tekanan yang menyertai pada leg kedua di Stadion Maradona, pekan depan.
Bahkan Pedri, terlepas dari kedewasaan dalam bermain, ia tetap akan mendapatkan pengalaman penting.
“Kami pergi ke Liga Europa dengan banyak keinginan untuk bersaing dan menang,” tutur Pedri.
“Mereka memiliki lini tengah yang hebat, saya tahu Fabian (Ruiz), itu akan menjadi pertandingan yang indah,” imbuhnya.
Generasi emas Barcelona telah kehilangan keberanian pada kesempatan seperti ini dalam beberapa tahun terakhir–Roma, Liverpool, Lisbon–jadi menumbuhkan gigi anak-anak lebih awal bukanlah hal yang buruk.
Jika mereka mampu melangkah jauh dan mengangkat trofi, ini mungkin bakal jadi yang pertama dari banyak lainnya untuk tim muda Xavi. Barangkali pula, skuad hebat Barcelona berikutnya dimulai di sini.


