Inkonsistensi Barcelona di La Liga berlanjut dalam pertandingan terakhir mereka pada 2020, saat Philippe Coutinho mengalami cedera dan Eibar memakasa tim Catalunya itu mencatat awal terburuk dalam kampanye liga mereka selama 17 tahun.
Lionel Messi tidak dibawa oleh Ronald Koeman untuk laga yang digelar pada Rabu (30/12) dini hari WIB itu dan hanya menyaksikan dari tribune Camp Nou, ketika rekan-rekannya berusaha keras meraih kemenangan demi mengejar ketertinggalan dari Real Madrid dan Atletico Madrid di klasemen.
Namun, Blaugrana gagal menunjukkan performa terbaik mereka dan dipaksa bermain imbang 1-1 oleh Eibar, membuat mereka kini harus tertahan di posisi keenam.
Martin Braithwaite gagal mencetak gol dari titik penalti sebelum Kike Garcia membuka keunggulan bagi tim tamu, beruntung ada Ousmane Dembele yang menyamakan kedudukan dan menyelamatkan poin bagi pasukan Koeman.
Kekhawatiran lebih lanjut muncul pada fase akhir babak kedua, karena Coutinho terpaksa meninggalkan lapangan sambil berjalan tertatih-tatih.
Gelandang asal Brasil itu tersungkur sembari memegangi lututnya setelah melakukan percobaan operan, meski telah mendapat perawatan medis, sang pemain tetap tidak bisa melanjutkan permainan.
Karena Barca sudah membuat lima pergantian pemain, termasuk Coutinho, maka mereka akhirnya melanjutkan permainan dengan 10 orang.
Dengan demikian maka Barcelona mengakhiri 2020 dengan catatan buruk, lantaran sekali lagi gagal menemukan konsistensi permainan di bawah asuhan Koeman.
Serangkaian hasil buruk juga berarti Blaugrana, yang hanya memenangkan tujuh dari 15 pertandingan awal La Liga mereka musim 2020/21, sedang mengalami awal terburuk mereka selama hampir dua dekade.
Belum pernah lagi sejak 2003, saat dilatih oleh Frank Rijkaard, Barca gagal memenangkan lebih dari setengah dari 15 pertandingan pembukaan liga mereka.
Meski Messi belum berada dalam performa terbaiknya sepanjang musim ini, ketidakhadiran pemain Argentina itu terus terasa.
Sejak debutnya pada 2004, Barca telah memenangkan 73,7 persen dari pertandingan La Liga mereka ketika diperkuat oleh Messi; berbanding hanya 55,9% saat sang superstar absen.


