Penyerang Paris Saint-Germain Neymar mengaku tidak memiliki rencana untuk pindah ke Liga Primer Inggris. Alasannya, ia ingin menghindari kontak fisik keras yang selama ini identik dengan sepakbola Inggris.
Neymar memang dikenal kerap mendapat perlakukan keras dan kasar dari lawan-lawannya. Memiliki talenta brilian dalam mengolah bola, Neymar kerap menjadi sasaran tekel para bek.
Tak jarang, penyerang Brasil ini menderita cedera karena perlakuan tersebut. Namun di satu sisi, ia juga sering dikritik karena kerap menunjukkan aksi teatrikal ketika diganjal lawan.
Neymar, yang kini di ambang kontrak barunya bareng PSG, merasa iklim sepakbola Ligue 1 Prancis sudah cukup keras buatnya, sehingga ia menutup pintu untuk pindah ke Inggris dalam waktu dekat.
"Saya memang tidak banyak menonton pertandinga Liga Primer, tapi saya dengar ada banyak kontak fisik dalam pertandingan di sana," kata Neymar kepada Daily Mail, ketika ditanya soal potensi pindah ke EPL.
"Namun, di Liga Prancis juga sudah terlalu banyak kontak fisik!" seru Neymar, yang akan berulang tahun ke-29 pada Jumat (5/2) besok.
GettyAlasan lain mengapa Neymar belum ingin meninggalkan Parc des Princes, adalah karena ia masih belum berhasil mewujudkan gelar Liga Champions bareng Les Parisiens.
"Saya tidak termotivasi dengan kekalahan, saya termotivasi dengan kemenangan yang dulu pernah saya rasakan. Saya tahu seperti apa rasanya memenangi Liga Champions dan saya yakin saya akan kembali tampil di final bersama PSG."
Neymar juga membela diri soal kegemarannya dalam berpesta. Menurutnya, pesepakbola seperti dirinya butuh bersenang-senang dan tidak hanya melulu memikirkan sepakbola.
"Kami tahu bagaimana caranya untuk menyeimbangkan kehidupan, baik dalam pekerjaan maupun dalam waktu bersama keluarga, teman, atau sekadar bersenang-senang. Kami tidak jauh berbeda dengan orang-orang pada umumnya," sambungnya.
"Tentu saja, karena kami juga figur publik, kami harus lebih bisa dalam menjaga diri. Kami tidak boleh melakukan aktivitas yang bisa merusak tubuh kami. Kami punya tugas untuk mencari distraksi di luar lapangan untuk menjaga pikiran kami tetap santai sehingga bisa fokus pada pekerjaan kami."


