Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll mengaku sudah menyiapkan rancangan untuk membangun tim Macan Kemayoran menjadi lebih kuat, sehingga bisa mewujudkan target meraih gelar juara Liga 1 2023/24.
Pada musim pertamanya di Persija, Doll mampu membawa tim asal ibu kota ini menempati peringkat dua klasemen akhir. Menurut Doll, di tengah situasi yang dihadapi, menempati posisi kedua merupakan sebuah keajaiban.
Doll mengutarakan, setelah beristirahat usai melalui musim yang panjang, ia akan membangun Persija sebagai kekuatan yang disegani pada 2023/24. Doll bakal mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan itu semua.
“Bagi saya musim ini merupakan musim yang ajaib. Saya pikir semua merasa senang dengan musim 2022/2023 di mana tim ini mempunyai banyak masalah, tapi masih bisa mengakhirinya dengan baik,” ujar Doll dikutip laman resmi klub.
“Jika dilihat bagaimana kami menangani semua masalah itu, dan hasil akhir musim yang kami raih, saya merasa sangat senang. Yang terpenting kini tim mempunyai waktu yang cukup untuk beristirahat dan berlibur setelah kami menjalani musim yang panjang dan sulit.”
“Saya sudah melakukan pertemuan dengan presiden, wakil presiden, dan jajaran pelatih untuk membicarakan bagaimana kami menghadapi musim berikutnya. Intinya kami ingin membangun tim lebih kuat, dan bisa kembali berkompetisi dengan baik.”
Kendati mengusung target juara, Doll tidak hanya fokus kepada hal itu. Menurutnya, membentuk tim yang lebih solid merupakan salah satu keinginannya agar Persija bisa makin sukses. Sebelumnya, Doll cuma diberikan target berada di lima besar.
“Musim ini kami berada di posisi kedua, dan kami membutuhkan target untuk musim berikutnya, yaitu kami akan berjuang untuk meraih gelar Liga 1,” kata mantan pelatih Borussia Dortmund itu.
“Menurut saya penting bagi kami untuk tidak berbicara target saja, tapi benar-benar membangun tim ini menjadi lebih baik lagi, dan bekerja keras untuk mendapatkannya.”
“Persija merupakan klub yang besar dan fantastis. Persija mempunyai suporter yang hebat yang terus mendukung kami sejak awal hingga akhir. Mereka selalu ada dalam pandangan kami di dalam lapangan maupun di luar lapangan.”


